Firman Tuhan yang Memerdekakan

0
390

Firman Tuhan yang Memerdekakan

 

Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu (Yohanes 8:32)

Pernahkah kamu membeli suatu benda atau alat-alat elektronik? Jika iya, pasti kamu akan menemukan buku panduan dari alat elektronik yang kita beli. Di dalam buku panduan akan terdapat cara pemakaian, cara merawat dan juga warning atau peringatan. Pencipta alat dan barang inilah yang paling mengerti bagaimana produk mereka dapat berfungsi dengan baik, dan mereka juga berkepentingan untuk memberikan peringatan-peringatan kepada pemakai agar produk bisa berfungsi dengan baik dan tidak mengalami kerusakan.

Selama peringatan diikuti, maka alat tersebut akan berfungsi dengan baik. Kalaupun ada yang rusak, ada jaminan garansi selama kita mengikuti peringatan yang ada. Mengapa mereka begitu perhatian meskipun produk sudah dibeli dan menjadi hak milik kita? Karena nama perusahaan mereka dipertaruhkan atas keberhasilan produk tersebut. Kepuasan pembeli dan tingkat penjualan akan naik, begitu juga dengan nama baik perusahaan.

Demikian juga dengan hidup kita, Tuhan mau agar kita bisa hidup di dalam kelimpahanNya. Artinya, kita ini hidup produktif dan berbuah banyak, dan pada akhirnya hidup kita juga akan memuliakan dan meninggikan nama Tuhan. Untuk itulah, Tuhan memberikan buku panduan berupa Alkitab dalam hidup kita. Ada begitu banyak peringatan, informasi, nasehat dan petunjuk bagaimana kita menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak Tuhan.

Kekuatan yang mampu mengubahkan kehidupan orang lain itu tidak berasal dari kekuatan kita, melainkan dari kebenaran Firman Tuhan yang mampu mengubahkan dan memerdekakan kehidupan orang lain maupun kehidupan kita. “Jikalau kamu tetap dalam Firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:31b-32)

Baca juga  Hari Pertama Sesi 1 7th Annual Indonesia Economic Forum: “Mempersiapkan Ekonomi Indonesia Menuju Normal Baru”

Firman Tuhanlah yang sanggup mengubahkan kehidupan seseorang. Mereka yang datang dengan beban berat, dengan hati yang hancur, bimbang, masalah yang bertubi-tubi, mereka bukan butuh motivasi atau kata-kata manis dari kita yang akan sedikit menenangkannya meski hanya sementara, namun nyatanya yang mereka butuhkan adalah Firman Tuhan. Hanya di dalam Kristus Yesus ada jalan keluar yang kita butuhkan dan ketenangan.

Firman Tuhan adalah Firman yang hidup dan membebaskan, kita diundang untuk menghidupi suka cita injil itu dalam diri kita masing-masing dengan suatu sikap kongrit. Kita tentu tidak dipanggil untuk menjadi bagian dari ahli-ahli taurat yang selalu mencari kelemahan orang lain, kaku dengan aturan yang membuat sesama yang ada di sekitar kita menderita dan tidak berdaya. Sebagai guru, pemimpin perusahan, pemimpin agama, atau yang memegang jabatan tertentu kita semua dipanggil untuk menwarkan suka cita injil kepada sesama dan karyawan kita. Kita diundang untuk tidak menerapkan aturan tegas dan kaku yang membuat orang lain tidak bebas dan menderita.

Yesus dengan ajaran-Nya menawarkan injil yang membebaskan bukan berati kita hidup tanpa aturan dan sistem tetapi lebih dari itu Yesus mengingatkan kita agar sistem dan aturan yang kita buat itu betul-betul kita hidupi, dan dalam menghidupinya betul-betul membebaskan dan mengarahkan kita pada kehendak Allah, bukan sistem yang penuh dengan kemunafikan dan kepalsuan. Yesus mengajak kita untuk menjadi pribadi yang otentik.

Pada saat kita percaya Yesus, kita memang sudah diselamatkan, tetapi mental dan karakter kita tidak langsung berubah menjadi sepertiNya. Untuk itu, kita perlu menjadi murid. Sama seperti Bangsa Israel disaat mereka keluar dari perbudakan Mesir, bukan berarti mereka langsung bisa melepaskan diri dari mental perbudakan yang selama ini mereka miliki. Tetap dalam Firman artinya juga menghormati semua PerintahNya. Memperhatikan Peringatan yang ada dan tidak keluar dari batasan yang diberikan.

Baca juga  LPPI  Mengajak Seluruh Komponen Bangsa Mendukung TNI-POLRI Jaga Persatuan Agar NKRI Selalu Damai, Stop Provokasi, Stop Ujaran Kebencian*

Tetap dalam Firman juga merupakan sebuah proses, Firman Tuhan yang adalah Kebenaran akan memperbaharui cara kita berpikir dan akhirnya akan membentuk mental dan karakter kita menjadi serupa denganNya.

KebenaranNya akan menjaga kemerdekaan kita karena kemerdekaan yang sesungguhnya hanya dapat dinikmati dalam taat akan Tuhan dan kepada PerintahNya. Jadi, setelah percaya, ambil keputusan untuk tetap tinggal di dalam FirmanNya. Jangan hanya mau menerima keuntungan, tetapi tidak mau melakukan kewajibannya. Mau menerima berkat, tetapi tidak mau menyalibkan dagingnya. Mau ikut menuai, tetapi tidak mau ikut menanam.

Mari selalu menjadikan Firman Tuhan sebagai makanan wajib dalam hari-hari kita. Kebahagiaan itu dapat kita peroleh dengan merenungkan dan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman hidup. Memberikan waktu untuk membaca Alkitab atau bahkan kamu dapat mendengarkan Alkitab Suara di Aplikasi Revivo dapat kamu dengarkan di pagi hari (saat teduh di pagi hari), di perjalanan seperti ketika di bus, dan di malam hari (saat teduh malam) sebelum menutup hari., serta sembari melakukan aktivitas lainnya.

Ketika ingat Firman dalam segala sesuatu, kita tidak mengeluh karena kita tahu Tuhan mengontrol dan berdaulat, Dia tidak menutup mata atas hdup kita. Sebagai pedoman, Firman Tuhan akan merubah filsafat hidup kita, dari dalam hati kita. Tampak luar kita bisa saja terlihat sama, tetapi Tindakan kita semakin bersinar dan semakin serupa Kristus.

Kiranya hari ini samapai seterusnya kita mau menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman, panduan, peraturan hidup kita, yang kita pelajari dan pegang erat-erat, sehingga dalam situasi apa pun, terang Kristus selalu ada bersama dengan kita dan Firman Tuhan menjamah, mengubah dan memerdekakan kita!

Baca juga  Ratusan Peserta akan Hadir di MUNAS X MUI Luring dan Daring

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here