Pdt. Elsen Tan, M.Th., Pendiri dan Ketua Umum Sinode Gereja Reformed Karismatik Indonesia (GRKI): Alkitab Terbukti Benar secara Ilmiah dan Historis!

0
105

Pdt. Elsen Tan, M.Th., Pendiri dan Ketua Umum Sinode Gereja Reformed Karismatik Indonesia (GRKI): Alkitab Terbukti Benar secara Ilmiah dan Historis!

(Apologetika Kristen Protestan. Bagian I)

Jakarta, Suarakristen.com

‘Saat ini masih banyak orang mempertanyakan kebenaran Alkitab, dan menggugat apakah Alkitab adalah benar firman Allah. Masih banyak orang yang meragukan, bahkan banyak teolog dan pendeta yang meragukan kebenaran Alkitab. Kaum humanis ateis bahkan mendiskreditkan Alkitab, dengan menghina Alkitab sebagai kitab yang penuh dengan mitos-mitos atau dongeng-dongeng.

Karena itu, kita sebagai orang percaya yang berpendidikan harus bisa memberikan jawaban-jawaban logis, argumentatif, obyektif, ilmiah dan biblikal untuk menjawab kritik-kritik terhadap Alkitab.

Ada satu alasan kuat dan bukti yang bisa kita perlihatkan bahwa Kitab Suci kita Alkitab adalah Firman Allah dan berasal dari Allah serta sesuai dan relevan dengan sains modern.’demikian disampaikan Pdt. Elsen Tan, M.Th., Pendiri dan Ketua Umum Sinode Gereja Reformed Karismatik Indonesia (GRKI), kepada Suarakristen.com yang mewawancarainya via Video Call, Jakarta (2/3/21).

Ungkap Pdt. Elsen Tan lebih lanjut,”Dari segi akademis dan saintis (keilmuan), kita percaya Alkitab adalah Firman Allah, hal ini antara lain dibuktikan dari segi akurasi ilmiah Alkitab.

Pertama, Mari kita lihat Firman Tuhan dalam Ayub 26:7:

Allah membentangkan utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan.

Alkitab menyatakan secara gamblang dan menegaskan kebenaran ilmiah/saintifik bahwa bumi diletakkan atau tergantung di angkasa/langit atau ruang hampa. Menurut Alkitab, hanya Allahlah yang (sanggup) menggantungkan atau meletakkan bumi di ruang hampa!!

Ribuan tahun sebelum lahir para filsuf Yunani dan sebelum lahirnya ilmu Filsafat, sebelum zaman astronomi modern dan penjelajahan ruang angkasa, -bagaimana Ayub bisa tahu bahwa bumi tergantung di angkasa?

Allah Roh Kuduslah yang memberi inspirasi dan pengetahuan kepada Ayub tentang kebenaran ilmiah ini.Luar biasa sekali, apa yang disampaikan Ayub ini sangat tepat dan akurat secara ilmiah.

Apa yang ditulis dalam Ayub 26:7 ini adalah Pernyataan ilmiah yang sesuai dengan Sains dan masuk akal.!!

Sekitar 3.500 tahun yang lalu, Alkitab telah menyatakan bahwa bumi diletakkan atau bergantung ”pada ruang hampa/ruang kosong/kehampaan atau langit”. (Ayub 26: 7).
Alkitab menegaskan bahwa bumi digantung di ruang kosong. Berbeda dengan mitos-mitos zaman kuno yang menyatakan bahwa bumi (dunia) ini adalah piringan datar yang ditopang oleh seorang raksasa atau binatang, seperti kerbau atau kura-kura.

Alkitab menegaskan bahwa bumi dan alam semesta ini memiliki permulaan. (Kejadian 1: 1) Sebaliknya, banyak mitos kuno mengajarkan bahwa alam semesta, bukan sebagai diciptakan, tetapi hasil dari kekacauan yang ada. Menurut mitos Orang Babilonia, dewa yang melahirkan alam semesta berasal dari dua samudra. Ada mitos lain mengatakan bahwa alam semesta berasal dari telur raksasa.

Alkitab dengan jelas dan logis (ilmiah) menyatakan bahwa ciptaan Tuhan yang pertama adalah Langit (Ruang Angkasa). Di Kejadian 1 : 1 ditegaskan
“Pada mulanya Allah menciptakan “langit” dan bumi.

Jadi, sebelum penciptaan alam semesta ini, Allah terlebih dahulu menciptakan “Langit” atau “ruang kosong”. Lalu, Setelah Allah menciptakan “Langit”, Allah menciptakan bumi, bintang-bintang dan semua makhluk hidup di bumi!. Semua ciptaan Tuhan seperti planet bumi dan triliyunan bintang-bintang, diletakkan/dibentangkan Tuhan di langit!

Baca juga  #1 Home, Living and Furniture E-commerce in Indonesia: Ruparupa 5 Tahun Melengkapi Hunian dan Gaya Hidup Pelanggan

Selain bumi, ada ribuan triliyun bintang di alam semesta ini. Dan, Alkitab menyatakan bahwa bumi dan ribuan triliyunan bintang tersebut diletakkan/digantungkan Tuhan di langit.

Alkitab bahkan menyatakan fakta-fakta ilmiah tentang bintang seperti bahwa bintang itu sangat banyak (Kej. 22:17) dan tak terhitung (Yer 33:22); bahwa kemuliaan (kebesaran) bintang berbeda satu sama lain (1 Kor 15:41); bahwa bintang-bintang mempunyai fungsi-fungsi tertentu dan pola-pola yang dapat diprediksi (Yer 31: 35)

Kejadian 22 : 17
maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

Yeremia 33 : 22
Seperti tentara langit tidak terbilang dan seperti pasir laut tidak tertakar, demikianlah Aku akan membuat banyak keturunan hamba-Ku Daud dan orang-orang Lewi yang melayani Aku.”

1 Korintus 15 : 41
Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.

Yeremia 31 : 35
Beginilah firman TUHAN, yang memberi matahari untuk menerangi siang, yang menetapkan bulan dan bintang-bintang untuk menerangi malam, yang mengharu biru laut, sehingga gelombang-gelombangnya ribut, –TUHAN semesta alam nama-Nya:

Kedua. Misalnya lagi.Ribuan tahun sebelum ilmu pengetahuan modern dan teknologi lahir dan berkembang, Nabi Yesaya pada abad kedelapan SM menulis bahwa bumi itu bulat tidak datar

Yesaya 40 : 22
Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!

Kata untuk “bulatan” di sini berarti lingkaran atau bola. Bagaimana Yesaya tahu bahwa Allah berfirman di atas bulatan bumi (bumi yang bulat)? Melalui wahyu atau ilham ilahi.”

Tegas Pdt. Elsen Tan,”Bukankah sangat luar biasa, sekitar 2800 tahun yang lalu, Alkitab telah menyatakan bahwa Bumi itu bulat/lingkar dan berada di langit (ruang kosong) tanpa alat pendukung/penahan yang terlihat secara fisik!! Bukankah pernyataan Alkitab itu terdengar sangat logis, ilmiah dan modern?

Sekalipun Alkitab bukanlah buku teks ilmu pengetahuan (sains), Alkitab itu bebas dari pandangan tidak ilmiah. Artinya, tidak ada pernyataan atau isi Alkitab yang bertentangan dengan sains dan logika! Dalam hal keilmiahan, Alkitab telah teruji benar, logis dan relevan. Tidak ada kesalahan Alkitab secara ilmiah. Tidak ada isi Alkitab yang bertentangan dengan sains.

Jadi, meskipun Alkitab merupakan buku kuno atau kitab suci kuno dan isinya membahas banyak topik, Alkitab tidak mengandung ketidakakuratan ilmiah atau ketidakbenaran ilmiah. Isi Alkitab tidak ada yang salah atau keliru secara ilmiah.Luar biasa Alkitab itu. Sekalipun Alkitab tidak pernah menegaskan dirinya sebagai buku teks sains, setiap pernyataan Alkitab tentang sains pasti benar dan akurat.”

Baca juga  Film Begadang Rendang Shooting di Sumatera Barat, Panji Zoni Berasa Pulang Kampung

Tanya Pdt. Elsen Tan, “Mengapa pernyataan-pernyataan Alkitab tentang sains sangat rasional, logis, ilmiah dan akurat?

Kita umat Kristen Protestan percaya bahwa Tuhanlah yang mengarang Alkitab. 2 Timotius 3:16 yang menyatakan bahwa Tuhan yang memberi inspirasi, tuntunan dan yang mengarang Alkitab.
2 Timotius 3 : 16
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Mazmur 119 : 160
Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya.

Tuhanlah yang menulis 66 buku, 1189 pasal dan 31.173 ayat Alkitab. Karena itu, Kita percaya bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan,- percaya bahwa otoritas yang terakhir adalah Firman Tuhan dan percaya bahwa Roh Kudus akan menuntun kita kepada seluruh kebenaran (Yoh 16:13). Alkitab menyatakan bahwa dasar Alkitab adalah Kebenaran, bukan dongeng, fiksi, tahyul atau hoax. Pernyataan-pernyataan dan kebenaran Alkitab bisa diuji dan dipercaya karena Yesus Kristus Tuhan sang Firman Allah yang mengarang Alkitab!

Selama berabad-abad Alkitab telah dikritisi dan diuji secara tajam tentang ketepatan ilmiahnya.Hasilnya, Alkitab terbukti benar, tahan uji dan tak pernah salah atas setiap pernyataannya. Alkitab merupakan ‘buku panduan’ dan “kunci” untuk memahami sejarah penciptaan alam semesta dan manusia. Alkitab merupakan kunci untuk memahami dunia saat ini.”

Papar Pdt. Elsen Tan lebih lanjut,”Di abad XXI ini, kita telah menyaksikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Kita menyaksikan bagaimana ilmu pengetahuan (Sains) membuat kemajuan besar bagi manusia di zaman modern. Karena sains bersifat progresif dan senantiasa berkembang, teori-teori lama sains telah digantikan oleh teori-teori baru. Apa yang dulunya diterima sebagai fakta atau kebenaran sekarang sudah dianggap sebagai teori usang dan mitos. Karena itu, buku-buku teks sains harus terus menerus direvisi (mengalami revisi).

Kita melihat dari perspektif sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, banyak kepercayaan, teori atau pengetahuan yang salah diterima luas di zaman kuno. Misalnya, pandangan tentang bumi, dulu bumi itu dianggap datar dan ada zat atau benda berwujud menahannya di atas. Pandangan ini ternyata keliru. Sebaliknya, ribuan tahun sebelum sains modern lahir, Alkitab telah menyatakan dengan tepat bahwa bumi itu bulat.

Jadi kita lihat, Isi Alkitab sangat berbeda dengan dokumen, catatan atau kitab suci kuno lainnya. Semua pernyataan Alkitab tentang sains adalah benar seperti tentang asal usul alam semesta, asal usul bumi, asal usul fosil, asal usul kehidupan dan asal usul manusia. Semakin banyak kita mempelajari dunia ini dan semakin mengembangkan ilmu pengetahuan, dan semakin banyak kita menghubungkan pernyataan Alkitab dengan Sains, kita akan melihat watak ilahi dan sempurna dari Alkitab.’

Menurut Pdt. Elsen Tan,”Keakuratan historis dari Alkitab sangat luar biasa sekali.

Dalam Alkitab banyak diceritakan tentang tokoh-tokoh, tempat-tempat dan kejadian-kejadian yang terjadi ribuan tahun lalu. Banyak tempat (lokasi) dan peristiwa-peristiwa yang dicatat dalam Alkitab telah diverifikasi (dibuktikan) oleh arkeologi.
Arkeologi memang tidak bisa membuktikan bahwa Alkitab itu adalah inspirasi Firman Allah. Tetapi arkeologi bisa memperlihatkan kepada kita apa yang dicatat dalam Alkitab itu benar atau palsu.

Baca juga  Anak-anak di Lembata Terdampak Badai Siklon Tropis Seroja, Bantuan Mendesak Dibutuhkan

Dengan menggali situs-situs yang disebut dalam Alkitab, para arkeolog telah membuktikan kebenaran dan fakta-fakta yang dicatat Alkitab tersebut.

Misalnya kisah tentang Pontius Pilatus. Banyak sarjana yang meragukan dan mempertanyakan historisitas keberadaan (eksistensi) tokoh Pontius Pilatus. Para kritikus Alkitab menyatakan tokoh Pontius Pilatus sebagai tokoh fiktif. Akan tetapi, semua keraguan terhadap historisitas tokoh Pontius Pilatus bisa dibantah pada tahun 1961. Pada tahun 1961 seorang arkeolog Italia Dr. Antonio Frova melakukan penggalian di situs gedung pertunjukan kuno bangsa Romawi di Caesarea, Israel. Dalam penggalian tersebut Dr. Antonio Frova menemukan sebuah batu kapur yang diukir/dipahat nama “Pontius Pilatus”. Pada tahun 2018 para arkeolog juga berhasil menemukan sebuah cincin logam perak berusia 2000 tahun yang ada nama Pontius Pilatus.

Contoh lain. Dulu, Kaum Kritikus Alkitab menyatakan catatan Alkitab di Lukas 3:1 yang menyebut nama Lysanias sebagai penguasa/gubernur Abilene pada masa Yohanes Pembaptis adalah sebuah kesalahan. Akan tetapi kritikan terhadap catatan Alkitab tentang Gubernur Lysanias ini akhirnya terbukti salah, dengan ditemukannya sebuah bukti berupa prasasti yang menyebut nama Lisanias sebagai penguasa Abilene.

Para kritikus Alkitab juga pernah menyatakan bahwa orang Het yang disebut dalam Kej. 15:20, Kel. 4:8 dan Josua 2:4 sebagai orang mitos (dongeng). Akan tetapi, pada akhir abad 19, arkeolog William Wright menemukan monumen-monumen yang membuktikan bahwa orang-orang Het sungguh-sungguh ada.”

“Misalnya lagi.Dari segi medis (ilmu kedokteran), jauh sebelum ilmu pengetahuan mempelajari tentang penyebaran dan pencegahan penyakit, Kitab Musa (Lima Kitab pertama dalam Alkitab Perjanjian Lama yang ditulis sekitar tahun 1500 SM, telah menulis panduan-panduan, peraturan-peraturan, hukum-hukum atau protokol kesehatan yang masuk akal tentang karantina orang sakit, perawatan mayat, dan pembuangan limbah. — Imamat 13: 1-5; Bilangan 19: 1-13; Ulangan 23:13, 14.

Dulu para tabib banyak melakukan praktik medis yang tidak efektif/buruk. Namun tidak ada satu ayat pun dalam Alkitab yang mendukung pandangan tidak ilmiah atau praktik yang berbahaya.”tegas Pdt. Elsen Tan.

Mengakhiri wawancara, Pdt. Elsen Tan menyimpulkan:

Sebagai umat Kristen Protestan, kita percaya bahwa Alkitab adalah wahyu Tuhan, Firman Tuhan yang tertulis dan ditulis oleh Tuhan yang juga menciptakan alam semesta ini dan karena Alkitab diilhami seluruhnya oleh oleh Allah Sang Pencipta alam semesta maka semua pernyataan Alkitab pasti benar secara historis dan ilmiah dalam tulisan aslinya. Sekalipun Alkitab bukan buku teks sains yang memberikan deskrpsi teknis terperinci dan rumusan-rumusan matematis tentang fenomena alam,- semua penyataan Alkitab tentang masalah ilmu pengetahuan (sains) pasti akurat, tepat, ilmiah dan sesuai dengan sains. Alkitab sangat ilmiah dan selaras dengan sains. Alkitab Terbukti Benar secara Ilmiah dan Historis!

***
(Hotben Lingga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here