Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta Kembali Menggelar Pekan Komponis Indonesia 2019

0
237

 

Jakarta, Suarakristen.com

Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta kembali menggelar Pekan Komponis Indonesia yang diselenggarakan pada 3 – 6 November 2019 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuk, Jakarta. Program
ini merupakan program tahunan Komite Musik DKJ yang bergulir pertama kali ditahun 1979 dengan nama Pekan Komponis Muda. Pekan Komponis Indonesia membuka Kesempatan bagi para Komponis muda, pelaku Seni, dan publik untuk saling terhubung dalam sebuah forum dialog diskusi, serta
berekspresi melalui karya-karya mereka di panggung.

Dalam komperensi pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, hari ini, 3 November 2019, Komite Musik DKJ,

Pekan Komponis Indonesia tahun ini menghadirkan 11 komponis. Tak hanya Komponis muda yang difasilitasi, Pekan Komponis kali ini juga memfasilitasi komponis senior, dan juga beberapa Komponis dari luar negeri menjadi perhatian dalam program ini,. Kehadiran para Kompons luar neger agar para komponis dari beberapa generasi dapat saling bertemu dan bertukar pikiran dalam mengembangkan karya-karya mereka serta membangun jaringan ke berbagal Keglatdn musiK di dunia.

Tidak hanya menyajikan pertunjukan dari karya-karya komponis terpilih, Pekan komponis indonesia 2019 juga menghadirkan Master Class, Diskusi Karya, serta Pameran Alat Musik Baru Sebagai daya tarik lebih dari penyelenggaraan tahun ini.

Komponis yang terilibat dalam Pekan Komponis Indonesia 2019, Aldy Maulana (Yogyakarta), Boyan Lw (cina), Candra Bangun Seryawa (Jombang). Gempur Sentosa (Bandung), Hamidun Syaputra
(Padang). Himi ridhaa Mahardiika (Bandung), Ida Bagus Hery Yoga Permadi (Yogyakarta), irene Tanuwidjaja (Jakarta), Nursalim Yadi Anugerah (Pontianak), Yan Yiguo (Cina), dan Yadi Wira Pamungxas (Yogyakarta).

Pekan Komponis Indonesia bertujuan untuk mewadahi karya serta menjadi ajang bertukar pikiran bagi para Komponis, musisi, dan penikmat musik. Tidak berhenti disitu, program inipun merupakan sebuah upaya pencarian musik atau bunyi baru yang menunjukan kemajuan musik saat ini.

Baca juga  Ciptakan Peluang Bisnis Baru, Taiwan Tampilkan Inovasi Medis Miliknya

Menghadirkan karya-karya komponis yang kreatif dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terlebih dijaman modern yang sangat erat dengan teknologi. Selain itu Pekan Komponis Indonesia juga merupakan upaya sosialisasi dan promosi karya serta gagasan para Komponis terhadap musik. Gagasan-gagasan itu juga akan dikembangkan ke sebuah bentuk baru
yang disesuaikan dengan imu pengetahuan dan teknologi seiring perkembangan zaman secara intrnasional.

Anto Hoed selaku Ketua Komite Musik mengharapkan para Komponis muda dapat mengembangkan diri dan kualitas musiknya. Program ini harus menjadikan karya komponis Indonesia juga dapat
menjadi referensi dan memengaruhi karya komponis luar negeri.

“Lewat hasil kurasi tahun ini, Komite Musik tentu berharap komponis-komponis muda Indonesia dapat melangkah lebih jauh dari tahun sebelumnya. Menunggu karya-karya yang lebih berkualitas
tinggi dan fenomenal sehingga dapat membawa kita terbang lebih tinggi dan dapat menjadi bahan kontemplasi komponis-komponis dari luar Indonesia. Semoga harapan ini menjadi kenyataan.”
Lebih jauh lagi, Pekan Komponis Indonesia merupakan inkubasi yang akan mencetak bibit-bibit komponis muda berbakat Indonesia dan dikemudian hari akan menjadi tumpuan masa depan musik Indonesia.

(Hotben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here