Tahun Baru: Gangguan Mental dan Solusi Alkitab

0
246

Tahun Baru: Gangguan Mental dan Solusi Alkitab

 

Oleh: Sigit Triyono

 

Momentum tahun baru sangat tepat untuk berefleksi dan menganalisis suatu beban bersama, demi langkah ke depan yang lebih sehat dan mampu terus menjadi berkat bagi semesta.
Salah satu beban bersama kita adalah tingginya masalah kesehatan mental di kalangan remaja yang terjadi di Indonesia.
Menurut _Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey 2022,_ 15,5 juta (34,9 persen) remaja mengalami *masalah mental*, dan 2,45 juta (5,5 persen) remaja mengalami *gangguan mental.*
Dari jumlah itu, baru 2,6 persen yang mengakses layanan konseling, baik emosi maupun perilaku.
Survei kesehatan mental nasional pertama yang mengukur angka kejadian gangguan mental pada remaja 10-17 tahun di Indonesia ini, menunjukkan bahwa satu dari tiga remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental. Selain itu, satu dari dua puluh remaja Indonesia juga mengalami gangguan mental.
Angka-angka ini setara dengan 15,5 juta dan 2,45 juta remaja yang terdiagnosis dengan gangguan mental, sesuai dengan panduan _Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders_ Edisi Kelima (DSM-5) yang menjadi panduan penegakan diagnosis gangguan mental di Indonesia.
Konsekuensi dari kegagalan mengatasi kondisi kesehatan mental remaja dapat berdampak buruk hingga masa dewasa.
Ekspresi seseorang yang mengalami gangguan mental antara lain: (1) Sering merasa sedih. (2) Kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi. (3) Ketakutan atau kekhawatiran yang berlebihan atau perasaan bersalah yang menghantui. (4) Perubahan mood atau suasana hati yang drastis. (5) Tampak menarik diri dari teman dan lingkungan sosial.
Bila dibiarkan, bisa berlanjut ke gangguan yang lebih berat dan dapat merusak kesehatan fisik, mental, pola pikir serta membatasi kesempatan untuk menjalani kehidupan yang normal sebagai orang dewasa.
Bonus demografi Indonesia di masa depan yang sering didengungkan, akan tergerus oleh kualitas sumberdaya manusia yang mengalami masalah kesehatan mental.
Produktivitas dan profesionalitas pekerja Indonesia masa depan bisa menghadapi masalah. Daya saing yang diidam-idamkan bisa terkoreksi dan terkalahkan oleh negara lain.
Ada banyak penyebab terganggunya kesehatan mental seseorang. Manusia adalah makhluk paling kompleks di jagat raya, maka dibutuhkan analisis yang komprehensif.
Setidaknya faktor-faktor fisiologis, psikologis, sosiologis, dan gelombang kemajuan teknologi turut ambil bagian dalam masalah ini. Bahkan faktor ekonomis dan politis pun berkelindan turut berkontribusi.
Ditambah dengan gonjang-ganjing tahun politik yang bisa membuat galau tingkat dewa, sedikit banyak berpengaruh kepada beban kesehatan mental seseorang.
Dalam konteks pelayanan Alkitab, penting disaksikan relevansi Alkitab dalam memberikan solusi atas masalah kesehatan mental. Alkitab yang sangat berkaitan dengan aspek spiritualitas, pastilah mampu mengatasi berbagai masalah kehidupan termasuk mengatasi faktor penyebab terganggunya kesehatan mental.
Alkitab yang merupakan kumpulan catatan pengalaman orang beriman dan memuat kebenaran Firman Tuhan, telah terbukti mampu mentransformasi kehidupan personal dan kultural masyarakat di berbagai belahan dunia.
Kesaksian banyak pribadi, baik sendiri maupun bersama, yang membaca, merenungkan, menghayati dan menerapkan sungguh-sungguh prinsip-prinsip Alkitab, terbukti menemukan berbagai solusi dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan.
Banyak kisah di dalam Alkitab yang menunjukkan terjadinya pemulihan, penyembuhan, dan pembebasan dari berbagai penyakit karena kasih sayang Tuhan. Di tahun baru ini kita diingatkan ulang untuk menjadi bagian dari karya Tuhan dalam pemulihan, penyembuhan, dan pembebasan melalui kasih sayangNya.
“Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” 2 Tim 3:16 TB2. _(ST.1.1.2024)_

Baca juga  Inovasi Pendanaan Hijau Supernova Ecosystem Targetkan Konservasi 700 ribu Hektar dan Lapangan Kerja bagi 13.000 Masyarakat Adat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here