Tetap Kekar di dalam Pencobaan

0
185

Oleh: Stefanus Widananta

Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku
2 Korintus 12:8.

Apa yang diminta dan didoakan rasul Paulus adalah hal yang wajar, seperti hal nya kita, ketika kita mengalami masalah, beban berat, sakit, penderitaan, kita juga akan berseru kepada Tuhan agar segala masalah kita diangkat, dihalau dari kita.

Namun, perlu kita sadari bahwa respon yang dilakukan rasul Paulus sangat berbeda dengan kita, dia mempunyai kesadaran menerima apa yang Tuhan kerjakan, kesadaran menerima pembentukan oleh Tuhan melalui “duri dalam daging”.

Padahal dia melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh, pemahaman teologinya luar biasa, dia mampu berbicara kepada mereka yang kacau ajarannya dan mencoba meluruskan mereka, tetapi toh dia tidak kecewa, dia tidak marah dengan Tuhan atas “duri dalam dagingnya”.

Paulus tiga kali berseru kepada Tuhan agar duri dalam dagingnya boleh diangkat daripadanya, namun yang Tuhan katakan adalah, “cukupkah kasih karunia-Ku kepadamu”, sepertinya doa Paulus tidak dikabulkan Tuhan, kalau kita dalam posisi Paulus, barangkali kita akan kecewa dan undur dari Tuhan, namun Paulus berbeda, dia justru berkata, “Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku, karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus, sebab jika aku lemah maka aku kuat”.

Kita perlu belajar dari Paulus dalam menyikapi masalah, persoalan, sakit-penyakit, penderitaan, jangan cengeng, kita perlu koreksi diri kalau memang penderitaan itu diakibatkan oleh kesalahan kita sendiri atau dosa kita, tetapi kalau kita merasa betul-betul sudah melakukan kehendak Tuhan atas diri kita, berbahagialah karena diberi kesempatan untuk memikul salib-Nya, seperti Paulus merasakan sukacita dalam hidupnya karena turut berpartisipasi dalam penderitaan Kristus.

Baca juga  CARILAH TUHAN MAKA KAMU AKAN HIDUP

Tuhan Yesus memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here