Lidah Kita Untuk Memuliakan Allah

0
1002

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

 

“Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada kesukaran”/

*Amsal 21:23*

 

 

Beberapa hari yang lalu ada seorang penumpang Lion Air jurusan Pontianak-Jakarta yang mengatakan kepada pramugari bahwa di dalam tasnya ada BOM. Pramugari menyampaikan kepada para pemumpang bahwa ada bom. Spontan para penumpang panik dan berhamburan keluar dari pintu darurat yang dibuka paksa oleh salah seorang penumpang. Mereka melompat dari sayap pesawat dan banyak yang luka akibat mereka melompat.

Si mulut usil kemudian ditangkap polisi dan diancam dengan hukuman 8 tahun penjara bila ada korban. Dalam kurun waktu yang singkat, ada 9 kejadian yang  sama.

 

Kejadian di atas merupakan suatu bukti bahwa lidah yang kecil bila tidak dikekang dapat menimbulkan bencana.

Selain itu, lidah yang sama sering disalahgunakan untuk ngerumpi oleh ibu-ibu, memfitnah orang lain, menghina, memaki, menipu dan menyakiti hati orang lain, sehingga sering menimbulkan pertengkaran dan perkelahian.

 

Mari kita baca Injil Yakobus 3:1~12 tentang *Dosa karena lidah*

Ayat 5 mengatakan:

*Lidah walaupun suatu anggota kecil dari tubuh namun dapat memegahkan perkara-perkara besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar*

 

Yakobus juga mengingatkan bahwa lidah sumber dari dunia kejahatan. Tidak seorangpun yang mampu menjinakkan lidah, karena lidah adalah sesuatu yang buas yang penuh racun dan mematikan.

Kita harus selalu berusaha keras untuk mengekang lidah kita.

Dari mulut kita, kita harus memuji dan memuliakan Tuhan bukan untuk mengutuk orang lain

(ayat 9,10).

 

Nasehat lain agar kita selalu menjaga lidah karena  lidah itu menguasai hidup kita, dapat kita baca pada Mazmur di bawah ini.

*”Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggunakannya, akan memakan buahnya.”*

*Mazmur 18:21*

 

Banyak di antara kita tidak dapat mengendalikan mulut dan lidah kita. Bila kita menghadapi suatu masalah, tanpa berpikir panjang, kita mengalahkan Tuhan, “mengapa Tuhan.membiarkan saya mengalami kesusahan dan kesesakan seperti ini??!

Ucapan seperti itu justru mengundang setan untuk kita berbuat dosa.

 

Bila kita sadar bahwa lidah itu sangat jahat dan berbahaya, maka kita harus selalu berdoa agar Tuhan menolong kita. Umpama lidah itu kemudi dari sebuah kapal, kita mohon Kristus menjadi nahkodanya yang mengendalikan kapal agar selalu selamat  sampai ke pelabuhan.

Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here