Senantiasa Tuhan Berkati

0
964

Oleh: Lie Stefanus Wiji Suratno

Mazmur 71:1-2 (TB) Pada-Mu, ya TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu.
Lepaskanlah aku dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!

Pada hakekatnya manusia akan melalui tiga proses dalam kehidupan yaitu Lahir, Hidup dan Mati. Dan tiga masa harus kita lalui yaitu Bayi, muda dan masa tua.
Masing-masing orang akan mengalami kondisi yang berbeda beda. Ada yang saat lahir hidupnya serba ada, ada pula yang hidupnya berkekurangan. Bagi yang saat lahir hidup dalam kekurangan dimasa mudanya karena kerja giat menjadi hidup maju dan penuh dengan kecukupan. Dan sebaliknya ada yang lahir hidupnya serba àda di masa mudanya hidup berkekurangan mungkin ini karena kondisi orang tuanya. Tetapi yang lebih penting adalah di masa tua seseorang ditentukan oleh diri sendiri.
Apa saja yang harus diperhatikan :
1. Giat menabung untuk masa tua bila kita sudah tidak mampu berbuat àpa-apa masih ada tabungan
2. Memilih yang tepat pasangan hidup
3. Hidup berhemat dan banyak melayani Tuhan
4. Menjaga kesehatan setiap hari dengan olah raga
5. Banyak waktu untuk beribadah, kegiatan sosial dan berinteraksi dengan sesama.

Kegiatan menabung merupakan falsafah hidup orang tionghwa. Bilà penghasilan 100 maka harus 33% untuk menabung sehingga ada simpanan untuk cadangan hidup bila diperlukan. Jaman dulu orang tua kita tidak sekolah tinggi tapi memiliki rumah besar besar tetapi jaman sekarang sekolah tinggi rumahnya kecil kecil. Ini karena konsep hidup jaman dulu lebih baik dari jaman sekarang.

Memilih pasangan hidup harus hati-hati karena pengalaman hidup raja Salomo yang mudanya sangat diberkati Tuhan tetapi di masa tuanya hidupnya menderita karena isteri+isterinya yang berjumlah 700 dan gundik-gundik 300 orang menjauhkan Salomo dari Tuhan yang lebih condong ke dewa-dewa yang menjadi musuh Tuhan. Jadi harus teliti sebelum membeli. Bila falsafah Jawa ingat dengan bibit, bebet lan bobot itu sangat penting agar tidak menyesal seperti raja Salomo di masa tua.

Hidup berhemat dan melayani Tuhan. Orang yang selalu mengasihi Tuhan maka hidupnya tak pernah kekurangan. Bahkan Maleakhi 3 : 10 kita wajib memberikan perpuluhan kepada Allah pasti Tuhan akan memberkati kita selalu. Sekalipun kita berlebihan kita juga harus selektif menggunakan berkat-berkat Tuhan untuk membeli yang bermanfaat.

Berolah raga untuk menjaga kesehatan. Pada jaman sekarang waktu muda badan sehat untuk mencari uang tapi di masa tua harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan badan sehat. Sekalipun kita percaya Tuhan tapi berolah raga dan jaga kesehatan tetap diperlukan. Dengan rajin berolah raga maka badan kita menjadi sehat. Men sana incopore sano artinya di dalam badan yang sehat terdapat pula jiwa yang sehat sehingga kita selalu berpikir positif dan mempengaruhi kesehatan tubuh kita. Semakin hari semakin maju bidang kesehatan tapi semakin banyak pula jenis penyakit yang bermunculan.
Di masa tua gunakan waktu untuk melayani , membantu orang-orang yang berkekurangan serta banyak beramal melalui komunitas-komunitas sehingga sekalipun kita sudah tua banyak teman-teman. Dengan kemajuan teknologi mulai alat teknologi banyak yang menggunakan untuk mengumpulkan teman-teman dengan bereuni, grup-grup whatsapp dan bertemu teman-teman SD, SMP, SMA, Universitas sehingga ada teman-teman yang saling memperhatikan. Saling tolong menolong. Saudara mungkin berjauhan tinggal di kota yang berbeda-beda tapi teman adalah saudara yang paling dekat.

Dengan demikian maka kita bisa mengisi masa tua kita penuh dengan sukacita karena kita mengasihi Allah dan sesama maka kasih Allah dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi akan terlaksana dalam hidup kita.

Semoga firman yang singkat ini memberikan inspirasi kita untuk tetap bersemangat dalam hidup sekalipun kita memasuki masa-masa tua kita dan Allah akan selalu memberikan yang terbaik dan memberkati kita selalu.

Kesimpulan dan Doa

Masa hidup kami adalah 70 tahun dan yang ada adalah kesengsaraan dan penderitaan.  Bila bisa lebih dari 80 tahun semuanya berlalu dengan buru-buru adanya. Jadikan iman kami tetap mendekat kepadaMu karena Engkaulah gunung batu dan pertahananku.

Salam kasih
Lie Stefanus Wiji Suratno
Dosen Harvest International Theological Seminary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here