Tahun Yobel

0
59

OLEH:  DR.DR. LIE STEFANUS WIJI SURATNO, PH.D

Imamat 25:1, 8, 10 (TB)  TUHAN berfirman kepada Musa di gunung Sinai:

Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun.

Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.

Tahun Yobel adalah tahun yang kelima yang merupakan kebiasaan orang Yahudi untuk menjadi Tahun kebebasan. Dihitung dengan 7 x 7 tahun = 49 tahun. Bila orang menjadi budak maka pada tahun Yobel harus dibiarkan bebas bahkan orang yang berhutangpun harus telah dibebaskan untuk lunas. Dalam tahun Yobel akan menjadi tahun kemerdekaan bagi orang yang hidup dalam perbudakan dan bebas dari hutang.

Dalam kitab imamat pasal 25 telah dijelaskan secara lengkap makna tahun Yobel. Di Yehezkiel 46 : 17 tahun Yobel adalah tahun kebebasan. Dan Yesaya 61 : 2 tahun Yobel adalah tahun rahmat Tuhan dimana saat itu Sangkakala dibunyikan yang menandatakan sukacita dan kemerdekaan diperoleh oleh orang yang hidup dalam perhambaan. Pada Tahun Yobel ini sukacita penuh diperoleh oleh semua umatNya yang hidup dalam banyak tekanan. Hutang merupakan momok bagi semua orang dan membuat tidak bisa tidur bagi yang memilikinya. Saat ini adalah Tahun Yobel bagi semua saudara yang memliki hutang. Tuhan akan membebaskannya. Bagaimana caranya:

1. Hidup kudus dihadapan Tuhan ( Imamat 25 : 12 ).

2. Hidup takut akan Tuhan ( imamat 25 : 17 ).

3. Hidup taat akan perintah-perintahNya ( Imamat 25 : 18 ).

Baca juga  HIDUP DALAM TERANG KRISTUS

Apabila saudara mau tahun ini adalah Tahun Yobel buat saudara maka 3 syarat diatas harus saudara lakukan yaitu hidup kudus, hidup takut akan Tuhan dan Hidup taat akan perintah-perintahNya. Tuhan selalu konsisten dan konsekuen. Konsiten karena segala syarat yang diutarakan tidak pernah berubah. Berbahagialah orang yang suci hatinya karena mereka bisa bertemu Tuhan. Perkataan ini tetap konsiten dari dahulu hingga sekarang. Hidup takut akan Tuhan menjadi pembuka kitab Salomo karena orang yang hidup takut akan disebut disebut permulaan hikmat. Bahkan di perjanjian baru Tuhan Yesus lebih menegaskan lagi kepada pemuda kaya yang ingin masuk sorga bahwa taatilah perintah-perintah Tuhan dan juallah hartamu dan ikut Tuhan.

Imamat 25 : 1-55 sudah lengkap mengatur tentang Tahun Yobel. Secara rohani tahun Yobel akan diberikan kepada semua umatNya yang mau menjalankan ketiga syarat di atas yaitu hidup kudus, hidup takut Tuhan dan hidup taat pada perintah-perintahNya. Rohani yang sudah bertahun tahun terbelenggu dengan harta benda, kekayaan, kuasa-kuasa gelap, perbuatan-perbuatan duniawi dan najis akan dibebaskan oleh Tuhan.

Mari kita semua pegang kesempatan ini, selama masih ada hari ini pegang kesempatàn baik ini. Karena kesempatan yang datang berkali-kali maka Tuhan mau anak-anakNya sangat hormat dan takut kepada Tuhan saja. Mengapa berkat-berkatNya jauh dari kita?

Pengalaman Adam dan Hawa dapat dijadikan pelajaran baik buat kita. Sudah diberikan kebebasan dan sukacita yang luas karena mengikuti bujukan si ular sebagai lambang Iblis akhirnya hidup jatuh dalam dosa dan diusir dari Taman Eden. Sukacita penuh telah hilang dan hilang pula kemuliaan Allah. Pada tahun yang kelima puluh atau tahun Yobel ini adalah kesempatan bagi semua umatNya untuk memperoleh tahun pembebasan dari Allah untuk keluar dari belenggu dosa, iblis dan maut. Karena Tuhan Yesus telah mengalahkan ketiga musuh itu dengan kematianNya dikayu salib dan kebangkitanNya dari antara orang mati. Semoga tahun Yobel atau tahun pembebasan dari semua perbudakan dan segala hutang akan dihapuskan Tuhan untuk setiap umat yang menjalankan dan memegang teguh perintah-perintahNya.

Baca juga  PDT. WEINATA SAIRIN:*MENJADI TERPELAJAR MELALUI BELAJAR.*

Kesimpulan dan Doa :

Tuhan Yesus terima kasih mulai hari ini kami telah Kau bebaskan segala belenggu dosa dan hutang-hutang kami agar kami beroleh Kebebasan dan Kemerdekaan dari segala yang menjerat hidup kami

Salam kasih,

DR.DR. LIE STEFANUS WIJI SURATNO, PH.D

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here