DONT FEAR CHANGE ,EMBRACE IT (A.J.D’Angelo)

0
380

Oleh: Pdt. Weinata Sairin

 

 

Kehidupan, terutama sekali kehidupan umat manusia di warnai oleh perubahan. Intelektualitas manusia, akal budi yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa itulah antara lain elemen-elrmen yang mendorong terjadinya perubahan dalam kehidupan umat manusia. Untaian sejarah dan kemajuan peradaban manusia menjadi saksi hidup bagaimana perubahan itu terjadi. Perubahan adalah bagian integral dari kedirian manusia ; tatkala manusia tidak mau dan atau tidak bersedia untuk hidup dalam perubahan, maka kemanusiaannya mengalami reduksi. Benarlah apa yang dinyatakan Herakleitos filsuf Yunani (540-580) “pantarhei kai uden menei”, semuanya mengalir dan tidak ada sesuatupun yang tinggal tetap”.

 

Secara kasat mata perubahan yang terjadi pada manusia dapat kita saksikan  baik di zaman modern ini maupun pada masa lampau melalui buku-buku sejarah. Sejarah menorehkan kisah-kisah yang amat monumental antara lain melalui Revolusi Industri, yang mengubah paradigma berfikir dan pola kehidupan umat manusia di abad itu. Pola pikir manusia yang bermula percaya kepada ‘kuasa-kuasa kebendaan/dinamisme’ kemudian percaya kepada *kuasa Transenden*, kuasa Yang Diatas adalah sebuah revolusi besar yang dialami dalam sejarah umat manusia. Seorang Karen Amstrong dalam banyak bukunya a.l. “Sejarah Tuhan” memberi narasi cerdas bagaimana pergulatan manusia dengan kuasa Transenden itu di sepanjang sejarah.

 

Sebagai umat beragama kita juga mengalami bagaimana terjadi pembaruan pemikiran keagamaan sehingga ajaran agama dapat tetap memandu umat ditengah konteks zaman yang penuh dinamika. Hampir setiap agama berupaya merumuskan secara baru pemikiran keagamaan agar agama-agama mampu dengan tepat dan cepat merespons perubahan zaman. Kita semua bertekad untuk berubah kearah yang lebih baik di segala bidang, bukan sekadar berubah atau asal berubah tetapi meninggalkan otentisitasnya, apalagi yang bertentangan dengan originalitasnya.

Baca juga  YESUS TETAP SETIA 

 

Dari pengalaman empirik kita mencatat bahwa tidak semua orang merindukan adanya perubahan. Orang yang merasa sudah senang dengan zona nyaman, dengan berbagai benefit di dalamnya amat menolak perubahan. Mereka mencoba mencari pembenaran terhadap penolakannya itu.

 

Ungkapan Anthony Angelo yang dikutip diawal bagian ini memberikan pengingatan kepada kita agar kita tidak takut kepada perubahan tetapi peluklah perubahan itu! Mari berubah menuju yang terbaik!

 

Selamat berjuang. God bless.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here