Tetap Teguh Mesti Teraniaya

0
416

Oleh: Pdt. Andreas Loanka

 

BGA dari Daniel 7:19-28

 

 

Daniel ingin tahu lebih banyak tentang binatang yang keempat. Binatang itu berbeda dengan tiga binatang sebelumnya. Binatang itu sangat menakutkan, dengan gigi besinya dan kuku tembaganya, yang melahap dan meremukkan dan menginjak-injak sisanya dengan kakinya. Ia juga ingin tahu tentang kesepuluh tanduk yang ada pada kepalanya, dan tentang tanduk yang lain, yakni tanduk yang mempunyai mata dan yang mempunyai mulut yang menyombong, yang tumbuh sehingga patahlah tiga tanduk, dan yang lebih besar rupanya dari tanduk-tanduk yang lain. Ia melihat tanduk itu berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka,  sampai Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan.

 

Kepadanya diberitahu, bahwa binatang yang keempat itu ialah kerajaan yang keempat yang akan ada di bumi, yang akan berbeda dengan segala kerajaan dan akan menahklukkan kerajaan-kerajaan lainnya.  Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja.  Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.  Lalu Majelis Pengadilan akan duduk, dan kekuasaan akan dicabut dari padanya untuk dimusnahkan dan dihancurkan sampai lenyap. Maka pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Mahatinggi: pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.

Baca juga  PENDERITAAN

 

Banyak penafsir yang menjelaskan bahwa kerajaan keempat itu adalah kekaisaran Romawi, dengan sepuluh rajanya yang menganiaya umat Tuhan.  Bahkan muncul raja yg lebih kuat yg mengadakan penganiayaan besar terhadap umat Tuhan. Tetapi Tuhan tidak tinggal diam. Dia mengijinkan penganiayaan terjadi untuk menguji dan memurnikan umat-Nya. Namun Dia tetap dalam kontrol. Kerajaan dan raja-raja yang menganiaya umat Allah itu pada akhirnya akan dikalahkan dan dilenyapkan. Umat Allah, yang sementara waktu teraniaya, pada akhirnya akan memerintah dalam kerajaan yang kekal.

 

Kesulitan, penderitaan dan penganiayaan dialami umat Tuhan di sepanjang zaman. Tindakan intoleransi, penolakan, kekerasan serta penganiayaan terhadap pengikut Kristus terjadi di berbagai tempat.  Umat Tuhan harus tetap teguh dalam iman. Hadapi semua kesulitan dengan bersandar penuh pada-Nya. Allah yang berdaulat tetap memegang kendali. Segala kekuatan, kuasa dan pemerintahan di dunia hanyalah sementara. Tetapi orang-orang yang percaya kepada Tuhan akan jaya untuk selama-lamanya.

 

Camkanlah firman Tuhan dalam Yohanes 16:33:

“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

 

 

Salam dan doa dari,

Pdt. Andreas Loanka

GKI Gading Serpong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here