Pdt. Jacobus Manuputty: Penggembalaan Nikah: di POUK Gereja “LAHAIROI” Cijantung Jakarta

0
3529

 

(Pasangan : ESTER NOVALINA ELSA SIMATUPANG & SUHERI)

 

1. BUKA DENGAN DOA :

Untuk minta campur tangan dan keterlibatan Tuhan didalamnya.

 

2. ARTI PENGGEMBALAAN NIKAH : adalah Tugas Gereja untuk memenuhi 2 hal yang sama-sama penting dan prinsipil:

a. Guna memenuhi Hukum Tuhan   : Pemberkatan Nikah, artinya Tuhan yang memerintahkan bahwa untuk hidup bersama didalam keluarga atau rumah tangga, maka Pernikahan adalah wajib sebagai tuntutan Tuhan(Kejadian 2:24).

 

b. Guna memenuhi Hukum Negara : Melalui Pencatatan Sipil, negara mengakui pasangan ini sebagai pasangan warganegara yang sah dimana Pernikahan mereka dicatatkan didalam Lembaran Negara(UU Perkawinan nomor 1 Tahun 1974).

 

3. MAKSUD DAN TUJUAN :

a. Mempersiapkan Pasangan Nikah : Tugas Gereja mempersiapkan warganya sebaik mungkin sebelum kedua pasangan itu memasuki hidup berumah tangga. Gereja bertanggungjawab dihadapan Tuhan, terhadap kelangsungan hidup pasangan suami isteri membangun keluarga Kristen yang bahagia dan sejahtera. Karena itu mereka harus dipersiapkan.

 

b. Mengarahkan untuk menjadi pasangan Suami Isteri yang baik dan direstui oleh Tuhan, agar mereka dapat melanjutkan amanat Tuhan bagi kehidupan didunia ini. Agar pasangan ini dapat menjadi saksi Tuhan, dan bertanggungjawab dihadapan Tuhan dan dunia dimana mereka hadir.

 

4. MAKNA  NIKAH :

a. Ketetapan Allah : Pelaksanaan Nikah adalah untuk memenuhi tuntutan Tuhan sesuai dengan Ketetapan-Nya didalam Kejadian 2:24. ” “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging”

Persekutuan hidup suami isteri adalah persekutuan yang kudus, karena itu mereka harus mengikuti Ketetapan Tuhan. Nikah adalah peraturan suci dari Allah bagi manusia yang harus dipatuhi. Itulah sebabnya, pasangan Nikah tidak boleh hidup bersama tanpa diberkati Nikahnya.

Baca juga  Langkah Pertama Menuju Penyelesaian Konflik

 

b. Ada Tuntutan dan Tanggungjawab : (4 Sehat 5 Sempurna).

 

1) KASIH/ MENGASIHI : Bersumber dari Kasih Kristus(AGAPE), yaitu Kristus karena Kasih-Nya telah menyerahkan diri sebagai tebusan untuk keselamatan kita. Demikianlah pasangan Nikah harus bersedia menyediakan diri satu sama lain, dengan saling mengasihi. Itu tuntutan Allah bagi pasangan yang menikah. Kasih harus menjadi landasan inti.

 

2) SETIA atau KOMITMEN : Setia kepada Allah yang telah memanggil dan menyatukan mereka, dan kesetiaan itu harus diwujudkan satu terhadap yang lain. Itulah wujud Kasih yang Vertikal dan Horizontal.

 

3) HORMAT MENGHORMATI/SALING MENGHARGAI : Kasih dan Kesetiaan itu harus bisa ditunjukkan dalam hal Hormat menghormati atau Saling menghargai. Adalah sebuah kebohongan apabila orang bilang mengasihi, kalau ia tidak setia. Demikian juga Mengasihi dan Setia itu akan sia-sia, apabila orang tidak mampu saling Hormat menghormati atau saling Menghargai. Ketiga unsur ini merupakan satu kesatuan.

 

4) TANGGUNGJAWAB : Pasangan yang saling Mengasihi, Setia, Saling menghormati itu memiliki tanggungjawab baik terhadap Satu sama lain, kepada Keluarga, Gereja, Masyarakat dan terutama kepada Tuhan.

 

5) MONOGAMI : Ini tuntutan Tuhan yang Allah tetapkan(Matius 19:3-6), yang intinya di ayat 5 : “Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging”. Ini sekaligus tuntutan Tuhan yang harus dipenuhi oleh keduanya.

Tuntutan Tuhan ini juga selaras dengan tuntutan Negara(sesuai dengan UU Perkawinan nomor 1 Tahun 1974 yg ditetapkan oleh pemerintah).

 

5. PERTANYAAN2 : ( 1 Tes 5:17, Ef 2: 8, Filipi 4:13)

 

Demikian, pelaksanaan Penggembalaan Nikah :

 

DITUTUP DENGAN DOA :

( Dilanjutkan dengan : Gladi Bersih Pelaksanaan Pernikahan)

 

Baca juga  Langkah Pertama Menuju Penyelesaian Konflik

Tuhan Memberkati Acara Penggembalaan Nikah ini! Gb.  jm.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here