Oleh: Stefanus Widananta
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya
Markus 8;36
Hampir semua orang memiliki orientasi untuk menjadi sukses dan pada umumnya sukses identik dengan uang atau harta kekayaan yang berlimpah
Memang betul seorang karyawan dianggap sukses apabila bisa mencapai posisi puncak dalam perusahaan, seorang mahasiswa dianggap sukses apabila dapat menyelesaikan studinya dengan baik, namun semua itu, ujung-ujungnya adalah untuk meraih uang atau harta sebanyak-banyaknya
Anak-anak kita, disekolahkan di sekolah favorit bahkan ke luar negeri agar menjadi pintar dan apabila mereka menjadi dewasa nanti, diharapkan mereka menjadi sukses
Mari kita lihat kehidupan Yusuf, pada masa kecilnya dia mendapat perlakuan yang semena-mena dari saudara-saudaranya, sempat difitnah oleh istri Potifar, dipenjara, tetapi firman Tuhan berkata, “Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya, maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu”
Karena Tuhan menyertai dia, apa yang dikerjakannya dibuat Tuhan berhasil dan kita lihat bagaimana Yusuf menjadi orang sukses kareba Tuhan menyertai dia
Menurut firman Tuhan, kesuksesan tidak identik dengan uang dan harta, seperti yang Tuhan Yesus katakan, apa gunanya memiliki seluruh dunia ini, kalau kehilangan nyawa?
Kesuksesan bagi Tuhan adalah melekat kepada Tuhan, selalu mengandalkan Tuhan dan hidup takut akan Tuhan
Kitab Amsal menuliskan, “Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan”
Memang betul, sebagai manusia kita harus berusaha semaksimal mungkin, namun jangan pernah melupakan untuk meminta Tuhan campur tangan dalam pekerjaan kita, usaha kita, studi kita bahkan dalam keluarga kita
Alkitab berkata, “Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab Tuhan menyertai dia”
Penyertaan Tuhan adalah kunci kesuksesan sejati
Tuhan Yesus memberkati
















