BERSIKAPLAH SABAR 

0
169

Oleh: P. Adriyanto

*”Agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian apa yang dijanjikan Allah.”*
*Ibrani 6:12*

Kita sering memohon sesuatu dari Tuhan, tapi tanpa kita sadari kita telah mendikte Tuhan agar *”tidak pakai lama ya Tuhan!”* Jadi kita selalu menginginkan jawaban Tuhan serba instant. Tapi seringkali Tuhan mengabulkan permohonan doa kita rasanya sangat terlambat, sehingga kita menyerah dan putus asa terutama bila kita menghendaki Tuhan menyembuhkan penyakit kita atau ketika kita mengalami masalah yang sangat berat.
*”Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit.”*
*Yakobus 5:15*
Dalam hal ini kita butuh iman agar kita punya keyakinan dan bersabar dalam menanti jawaban Tuhan.
*”Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”*
*Amsal 3:5~6*
Iman yang benar-benar percaya mempunyai kuasa yang luar biasa.

Kesabaran akan menentukan kita berhasil atau tidak dalam segala kegiatan kita. Contoh klasik adalah Thomas Alfa Edison dalam upayanya untuk menemukan bola lampu, dan Kolonel Sanders yang berusaha menjual resep ayam goreng sebelum mereka berhasil.

Dalam situasi sehari-hari dalam dunia bisnis, banyak para pemimpin yang tidak memiliki kesabaran sehingga sering marah kepada anak buahnya yang dianggap lamban, padahal pemimpin tadi tidak tahu apa kesulitan dan kendala yang dihadapi oleh anak buahnya.

Kembali kepada permohonan kita kepada Tuhan. Seringkali penantian merupakan proses yang harus kita lalui untuk bisa menerima berkat Tuhan.
*”Tetapi orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapatkan kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak nenjadi lelah.”*
*Yesaya 40:31*

Dua kali saya menderita penyakit yang parah, di mana setiap hari saya selalu berdoa mohon kesembuhan dari Tuhan, namun bertahun-tahun Tuhan baru menjawab doa saya.

✓ Tahun 1970~ 1980-an saya menderita penyakit Gout (asam urat yang tinggi). Akibatnya saya sering tidak bisa berjalan/nyeri bila serum asam urat berkumpul di lipatan paha saya; saya tidak bisa menoleh dan yang paling parah bila serum tersebut mengendap di ginjal menjadi batu ginjal. Saya beberapa kali harus buang air kecil bercampur dengan darah. Bila pecahan batunya ada di uriter (saluran kemih) wah sakitnya bukan main. Saya 3 kali dirawat di rumah sakit, kata dokter spesialis penyakit dalam, air mani saya bocor karena ginjal saya di rontgen tidak nampak ada batunya. Wah celaka ini. Saya sejak dahulu gemar membaca buku-buku kedokteran dan dari buku tersebut saya menemukan bahwa obatnya bernama Zyloric 100 mg (Dokter di Kediri-pada waktu saya dipindah ke Proyek Brantas Tengah) tidak mengenal obat tsb, dan dari buku yang sama saya mendapatkan kenyataan bahwa batu ginjal yang dibentuk oleh asam urat memang tidak nampak bila diphoto.

Beberapa kali saya minum ramuan jamu Pusaka Ambon (beli di Kramat) tapi juga nggak bisa sembuh. Akhirnya, ketika saya di rawat di rumah sakit, saya minta pispot. Puji Tuhan keluarlah sang batu seperti pecahan genting dan dokter baru percaya.
Bertahun-tahun saya minum obat Zyloric setiap malam, dan setelah tahun 1980, saya tidak pernah minum obat itu lagi.

✓ Tahun 1996-2018 -Penyakit kedua adalah diabetes. Dua kali saya dirawat di rumah sakit. Karena saya menjadi kurang percaya kepada dokter, maka saya cari sendiri obatnya dari buku-buku. Nama obatnya adalah Medformin 100 – 500 mg dan saya minum setiap malam. Sampailah mujizat yang Tuhan berikan sebagai jawaban atas doa saya (saya pernah tidak pernah ke gereja dan tidak pernah berdoa selama sekitar 4 tahun sampai tahun 2006/pertengahan). Sekitar 4 bulan yang lalu saya koma sampai hampir 3 hari. Menurut dokter berdasarkan hasil lab, kadar gula darah saya terlalu rendah. Puji Tuhan sejak saat itu, Tuhan telah sembuhkan saya dari penyakit diabetes dan saya tidak pernah minum lagi obat Medformin.

Sebagai gantinya, sejak saya koma, saya jadi lumpuh. Saya berjuang lagi dalam doa agar Tuhan memulihkan saya kembali. Saya beriman bahwa Tuhan akan membuat saya bisa berjalan kembali sebelum akhir hidup saya (sekarang saya berusua 75 1/2 tahun). Sekali lagi puji Tuhan, beberapa hari yang lalu saya sudah bisa berjalan tanpa kursi roda dan tongkat, tapi masih berpegangan almari dan pintu karena kaki saya belum kuat benar.

Orang yang tidak bisa berenang akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri sendiri, sehingga orang lain yang akan menyelamatkannya jadi kerepotan. Demikian juga, bila kita meminta pertolongan Tuhan, kita harus bersabar dan diam dan serahkanlah semuanya kepada-Nya.
*”Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.”*
*Ratapan 3:27*
Kita harus bersabar dalam menanti janji-janji Tuhan.
*”Nantikanlah TUHAN!*
*Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!*
*Ya, nantikanlah TUHAN*
Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here