Anak Allah Menjadi Manusia untuk Memampukan Manusia Menjadi Anak-anak Allah

0
719

Oleh: Yonghan

 

 

 

Ketika sedang dihajar badai kehidupan, adalah hal yang manusiawi bagi orang Kristen untuk menjadi down. Namun, perasaan itu tidak mengubah fakta bahwa kita “diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yoh. 1:12).

 

Kita adalah anak-anak Allah. Allah telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga (Efe. 1:3). Kita adalah orang-orang yang akan “menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di surga bagi kamu” (1 Pet. 1:4).

 

Allah begitu mengasihi orang-orang Kristen “sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya” (Efe. 1:4-5).

 

Status sebagai anak-anak Allah tidak bisa dibeli/diraih;  hanya bisa diterima sebagai anugerah. Karena itu, hanya mereka yang menyadari ketidakpantasannya menerima anugerah ini yang bisa memahami ini sebagai anugerah. Kita adalah orang-orang yang dipilih untuk menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan ini (Ibr.12:28).

 

Kiranya Allah memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Juga, supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya (Efe. 1:17-21).

 

Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

 

Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

 

Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya. Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu! (1 Tes. 5:16-18, 23-24, 28)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here