Hidup Penuh Kesetiaan dan Ketaatan kepada Tuhan

0
199

Oleh: Pdt. Bernard TP. Siagian

 

*BE. 41:3-4* *_“Las Situtu Rohangku”_* (Hai, Rakyat Kerajaan)

Hamu na so mararta di hasiangan on,
Na mora do Rajanta na ro tu hita on.
Sarihonon-Na do saluhut na hasea,
Alai saluhut jea pabalion-Na do.

Antong girgir ma hita manomu Raja i.
Mangungkap di Ibana sandok rohanta i.
Denggan tabaen nuaeng dalan-Na tu rohanta.
Na naeng pasonangon-Na, tiur ma i tabaen.

Hai kamu, orang miskin di dunia yang fana,
Tuhanmu kaya raya. Berlimpah berkat-Nya.
Kepadamu dib’ri yang baik bagi hidupmu.
Kau s’lalu dilindungi selama hidupmu.

Hendaklah kau setia menanti Rajamu.
Bukakan bagi Dia segenap hatimu.
Siapa gerangan menolak kes’lamatan.
Padamu dilimpahkan anug’rah Tuhanmu.

BACAAN PAGI: Yesaya 60:1-4
BACAAN MALAM: Yesaya 42:1-7

*Mazmur 71:5*
*_“Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH.”_*

Masa muda penuh vitalitas, menjadi kenangan indah di usia tua. Namun tak dapat diulang kembali. Hanya dapat disyukuri. Karena itu, bila tidak dimanfaatkan untuk hal yang benar dan terpuji justru menjadi beban jiwa bahkan rasa malu yang menyakitkan. Tidak ada gunanya untuk disesali. Melainkan hanya dapat diratapi. Demikianlah renungan firman Tuhan melalui sang pemazmur ini mengajak kita untuk mengenang perjalanan hidup kita masing-masing saat usia tua tiba. Kesuksesan yang diraih pada masa muda sesungguhnya tidak membiarkan diri kita menjauh dari Tuhan apabila kita sadar bahwa hanya kasih karunia Tuhan semata-mata yang membuat kita berhasil. Jangan justru sebaliknya, usia tua menjadi jerat yang tak lagi dapat dilepas, layaknya cengkeraman musuh kejam, oleh sebab kesalahan masa lalu yang telah kita perbuat.

Sadarlah, bahwa atas seijin Tuhan, waktunya akan tiba. Jika kita diperkenankan hidup sampai usia tua, kita sendirilah kelak yang akan memikul beban yang sangat menyakitkan apabila usia muda tidak dimanfaatkan dan diisi dengan hal-hal positip dan terhormat. Sebab ketika kita tua, semua itu menjadi musuh yang kita ciptakan sendiri untuk menyiksa diri kita. Karena itu, senantiasalah hidup berpengharapan di dalam Tuhan. Perbuatlah segala hal yang baik, yang berkenan bagi Allah dan yang menyenangkan untuk dikenang. Jangan sia-siakan usia muda dengan hal-hal yang tercela, yang menyisakan beban yang kelak akan mempermalukan, layaknya membiarkan kelaliman mencengkeraman masa depan. Ukirlah usia tua dengan mengisi masa muda dengan hal-hal yang baik dan berguna serta penuh harapan. Amin!

Baca juga  DUNIA TERANCAM RESESI

*DOA:*
*_“Ya Tuhan Allah, berikanlah kami tekad dan semangat untuk dapat menikmati masa tua dengan menjauhkan diri dari hal tercela. Amin!”_*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here