HENDAKLAH PELITAMU TETAP MENYALA

0
429

Oleh: Pdt.Lundu H.M.Simanjuntak

*_(Lukas 12:35)_*

*_Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala._*

Kesiapan seseorang untuk melayani tentu sangat dibutuhkan supaya pelayanannya tidak terkesan dilakukan apa adanya. Seorang pelayan yang benar-benar siap tentu tidak ada lagi rasa malas dan siap kapan saja, dimana saja dan dalam situasi apapun untuk melayani.

Kita bisa bayangkan ayat ini mau mengatakan dari segi berpakaianpun seseorang dapat dilihat apakah ia memang siap untuk melayani atau tidak. Kita dapat lebih memahami lagi penggambaran ini, tentang bagaimana cara berpakaian orang-orang pada zaman Yesus yang sedang berkarya di dunia ini dulu.

Umumnya dulu orang-orang dalam aktifitas sehari-hari mengenakan satu jubah luar yang panjang sampai menutup kaki. Coba bayangkan jika seseorang yang sedang menggunakan jubah luar yang panjang tersebut tentu biar bagaimanapun gerak-geriknya pasti akan terbatas.

Jadi jika seseorang dikatakan siap untuk melayani, maka ia harus menggulung jubah luar tersebut dan mengikatkannya di pinggang. Dengan begitu maka ia akan lebih leluasa untuk bergerak dalam rangka melayani sebagai seorang hamba Allah atau pelayan Allah.

Pada zaman Yesus, alat penerang itu masih bergantung kepada pelita atau semacam lampu teplok karena belum ada alat penerang yang lain seperti zaman sekarang. Pelita itu hanya menyala pada saat ada aktifitas artinya ketika aktifitas malam itu sudah tidak ada maka pelita dipadamkan.

Seseorang yang pinggangnya tetap dalam keadaa terikat dan pelitanya tetap dalam keadaan menyala, itu pertanda bahwa ia adalah benar-benar seorang hamba yang siap untuk melayani tuannya dalam situasi apapun termasuk ketika hari sudah gelap sekalipun. Kapanpun si hamba dibutuhkan untuk melayani tuannya, maka tuannya tidak perlu menunggu si hamba mengenakan dan mengikatkan jubahnya serta menyalakan pelitanya.

Seorang yang percaya kepada Yesus harus siap kapan saja diminta untuk melayani dan berbuat baik bagi orang lain tanpa banyak alasan. Mari kita persiapkan hati, pikiran dan diri kita agar selalu siap kapan saja untuk melayani TUHAN, amen.

*DOA:*

*_Ya TUHAN, aku ingin untuk selalu siap melayaniMu kapan saja dan dalam situasi apapun, oleh karenya bentuklah aku ya TUHAN menjadi hamba yang baik, amen._*

*SELAMAT PAGI*
*DAN*
*SELAMAT BETAKTIFITAS*

*_(Pdt.Lundu H.M.Simanjuntak-Ktr HKBP Distrik VIII DKI Jkt)_*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here