Selalu Bersyukur dalam Suka-Duka

0
1125

 

 

Oleh: Stefanus Widananta

Katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan”.
Ayub 1;21

Ada orang yang berpikir bahwa apa yang dialami Ayub merupakan bentuk ketidakadilan Tuhan, kenapa Tuhan ijinkan Iblis mengambil semua harta, anak-anaknya bahkan kesehatan Ayub, padahal ia adalah orang yang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan
Bukankah seharusnya, Ayub semakin diberkati dengan kekayaannya yang melimpah.

Bukankah itu juga yang diharapkan oleh kita, berkat, berkat dan berkat, sebagai upah mengiring Yesus.

Namun sayangnya, banyak umat Kristen yang mengartikan berkat sebagai kekayaan materi yang melimpah, bahkan ada yang mengatakan bahwa ikut Tuhan Yesus pasti kaya, kalau tetap miskin atau menderita, periksa diri, mungkin ada dosa yang menghalangi atau kurang beriman.

Ayub ketika semua kekayaannya musnah seketika, ketika semua anak-anaknya tewas dan dirinya menderita karena sakitnya, apakah itu berarti Ayub tidak diberkati?

Ayub berkata, “Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?”

Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan.

Bagi Ayub, penderitaan yang dia alami, justru membawa dia kepada pengenalan yang benar akan Allah, “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau; tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau”, demikian kata Ayub.

Perlu kita sadari bahwa berkat Tuhan tidak selalu berupa materi, penyertaan Tuhan ketika kita dalam kelemahan, mampu bersyukur ketika kita tidak punya apa-apa, mampu berdoa bagi orang yang menganiaya kita dan hidup kita jujur, saleh, menjauhi kejahatan dan takut akan Tuhan, itu adalah berkat Tuhan yang sesungguhnya.

Tuhan Yesus memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here