Tuhan adalah Penolongku

0
471

Oleh:  Lie Stefanus Wiji Suratno

Mazmur 37:23-24 (TB)  TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;

apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

Selama kita hidup tak selamanya jalanan yang kita lalui adalah jalanan yang lurus namun kadangkala ada jalan yang belok dan berliku-liku. Tak semua jalan yang kita lalui adalah jalan yang rata kadangkala jalan yang berlubang yang kita harus pelan, sabar dan hati2 untuk melaluinya. Daud adalah orang yang benar di mata Tuhan. Sekalipun dia pernah berbuat dosa yaitu membunuh anak buahnya dan lebih keji lagi memperkosa isteri anak buahnya sampai hamil. Tentu dosa yang diperbuatnya adalah dosa yang sangat besar. Sampai Tuhan mengirim utusan untuk menegor DAUD. Dan saat ditegor Daud menyesal dan meminta ampun kepada Tuhan. Di mata Tuhan dosa Daud sangatlah berat tapi melihat perbuatan Daud yang gentlemen yaitu mengakui dosa2nya pada Tuhan membuat hati Tuhan tergerak oleh belas kasihan. ( I Samuel 11 : 1-27 ). Perbuatan Daud membunuh Uria dan mengambil Betsyeba sebagai isterinya adalah jahat di mata Tuhan. Sekalipun Daud diampuni namun akibat dosa itu hukuman harus dijalani Daud. Hidup keluarganya berantakan, nyawanya terancam bahkan permusuhan di keluarganya terjadi. Namun dengan doa yang sungguh2 akhirnya Daud selamat dari segala ancaman. Seperti ayat di atas sekalipun kita menghadapi masalah dan cobaan yang sangat berat maka orang yang benar di mata Allah tidak dibiarkan jatuh sampai tergeletak. Tetapi Tuhan akan menolong dan mengangkatnya kembali.

Saudara yang dikasihi Tuhan, kita manusia penuh dengan kelemahan maka jangan menjauh dari Tuhan karena Tuhan adalah pokok anggur yang benar dan kita adalah carang2Nya. Tetap nempel pada pokok anggur kita yaitu Tuhan Yesus agar kita selalu ditolongNya saat kita hidup dalam berbagai masalah, berbagai kesulitan hidup, dan ujian berat lainnya. Tuhan Maha baik dan selalu ditolongNya orang yang dikasihi Tuhan. Kalau Tuhan dipihak kita maka tak ada musuh yang sanggup menghadapiNya. Oleh sebab itu banyak mendekatkan diri kepadaNya karena Dia adalah benteng hidup kita dan batu kàrang kita. Segala mara bahaya yang akan menimpa kita akan dihalauNya dan diselamatkan kita sebagai orang yang dikasihiNya. Jadilah seperti Daud untuk selalu menyenangkan hati Tuhan sehingga dapat merubah keputusan Tuhan agar Dia tetap mengasihi kita.

Kesimpulan dan Doa:

Tuhan ampunilah salah dan dosa-dosa kami dan bimbinglah kami untuk selalu di jalan yang benar.

Salam kasih

Lie Stefanus Wiji Suratno

Dosen doktor theology dan ministry. Harvest International Theological Seminary.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here