Doa, Ketulusan, Iman dan Pengampunan

0
1321

Oleh: Christian T

 

*Renungan BGA (Baca Gali Alkitab )*

Bacaan Alkitab: Markus 11: 20-26

 

 

*Syalom, sahabat-sahabat setia pembaca BGA yang terkasih dalam Kristus Yesus,*

 

Murid-murid sangat kagum bahwa apa yang diucapkan dan didoakan Yesus sungguh-sungguh menjadi nyata, pohon ara yang dikutuk sebelumnya karena tidak berbuah saat Yesus membutuhkannya untuk mengisi rasa lapar-Nya. Penglihatan ini terjadi setelah Yesus menyucikan Bait Allah dari para pedagang yang berjualan di halaman Bait Allah.

 

*Sahabat -sahabat BGA yang terkasih dalam Yesus,* pelajaran apakah yang dapat kita petik dari tiga peristiwa yang sudah kita baca, dari peristiwa pengurukan pohon ara, penyucian Bait Allah, dan didapatinya pohon ara yang dikutuk menjadi kering sampai ke akar-akarnya ?.

 

Yesus menjawab kepada murid-muris-Nya :

 

*” Percayalah kepada Allah !” (22).*

 

Lalu dilanjutkan pada ayat 23-24 bahwa gunung pun dapat tercabut kedalam laut asal percaya dan tidak bimbang. Oleh sebab itu apa yang kita doakan percayalah bahwa kita telah menerimanya.

 

Sahabat kekasih, namun juga ada persyaratan lainnya yakni saat kita berdiri berdoa haruslah terlebih dahulu mengampuni seperti yang diajarkan-Nya dalam Doa Bapa Kami. Jikalau tidak kita tidak mengampuni orang yang bersalah kepada kita , maka Bapa di sorga pun tidak akan mengampuni kita.(25-26)

 

Nah, sobat yang terkasih bagaimana doa kita akan dikabulkan-Nya , Karena Bapa di sorga tidak berkenan karena kita masih menyimpan akar pahit.

 

*Sobat-sobat yang terkasih dalam Yesus,* Apa yang menjadi pergumulan kita selama ini dan sudah berapa lama kita berdoa, dan sampai hari ini kelihatannya tidak ada perubahan dan kita mengira bahwa Allah tidak mendengarkan dan menjawab doa-doa kita.

Baca juga  Jangan Takut. Allah Selalu Hadir bagi Kita

 

Mungkin masih ada dosa dalam diri kita, sehingga kita tidak berbuah bagi Tuhan. Kita hidup dalam kemunafikan seperti para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang menyalah gunakan agama dan rumah ibadah demi kepentingan kekuasaan, arogansi dan keuntungan ekonomi. Atau kita berdoa dengan bimbang dan tidak ada keyakinan, dan bahkan yang dengan sadar atau tanpa disadari kita menyimpan akar pahit ( dendam ) kepada orang yang telah menyakiti dan merugikan kita.

 

Sobat, melalui perenungan BGA kali ini marilah kita introspeksi diri apakah ada hal-hal tersebut yang masih melekat pada diri kita ?

 

Kiranya Tuhan menolong dan memberkati kita !

 

Salam dan doa

Christian T

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here