Yesus Adalah Sahabat Yang Sejati

0
537

Oleh: P. Adriyanto *_Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya._*

*_Yohanes 15:13, TB_*

Belum lama ini, via WA saya berdiskusi dengan seorang teman tentang nas di atas. Sampai pada suatu titik tertentu, kami sepakat bahwa pada kenyataannya memang jarang sekali ada manusia yang bersedia mengorbankan nyawanya demi sahabatnya. Memang ada orang yang  menolong temannya tenggelam di laut atau hanyut digulung gelombang, namun dia yang mengabaikan keselamatannya sendiri akhirnya tewas. Banyak orang terutama yang mempunyai hubungan  dekat, bersedia mendonorkankan ginjalnya atau organ tubuh yang lain.

Pernahkah Yesus meminta kita mengorbankan nyawa kita untuk-Nya? Sekali-kali tidak!

Petrus mengatakan bahwa ia akan memberikan nyawanya bagi Tuhan.

Namun jawab Yesus:

*”Nyawamu akan kuberikan bagi-Ku? Aku berkata kepadamu: sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”*

*Yohanes 13:38*

Bukannya Yesus menuntut nyawa kita, tapi Yesus telah memberi kehormatan yang luar biasa kepada kita, di mana kita telah dijadikan sebagai *’sahabat’* dan bukan *’hamba’* yang sangat dikasihiNya.

*”Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat karena Aku telah memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.”*

*Yohanes 15:15*

Iblis sebaliknya dengan tipu dayanya yang licik telah menyesatkan manusia untuk mengorbankan nyawa mereka dengan mencelakai banyak  orang agar dapat masuk surga dengan bom bunuh diri, seperti yang dilakukan oleh para teroris di seluruh dunia.

Justru Yesus memberi perintah:

*”Supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.”*

*Yohanes 15:12*

Kita harus selalu mengingat bahwa Yesus lah yang terlebih dahulu mengasihi kita, bukan sebaliknya.

Baca juga  CARILAH TUHAN MAKA KAMU AKAN HIDUP

*”Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”*

*1 Yohanes 4:10,19*

Kita memperoleh keselamatan karena kasih karunia dan keselamatan itu hanya dapat kita peroleh melalui Kristus.

*”Akulah pintu, barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat.”*

*Yohanes 10:9*

Kita senantiasa harus bersyukur mempunyai sahabat yang sejati, yang sangat mengasihi kita dan yang dapat menghantar kita untuk memperoleh keselamatan dan hidup kekal bersama-Nya di surga.

Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here