Tuhan adalah Gembalaku

0
515

 

 

 

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

 

 

 

Selamat pagi untuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita sekalian.

 

 

Mazmur 23:1, Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

 

Setiap individu tentu harus memiliki hubungan/jaringan. Sebab melalui hubungan, manusia dapat hidup dengan indah. Tanpa adanya hubungan kepada sesama pada diri manusia maka hidupnya akan hambar. Sebab manusia adalah ciptaan Allah yang harus berinteraksi dengan sesamanya dan makhluk lainnya. Tetapi perlu diketahui bahwa didalam hubungan sesama manusia memerlukan sosok yang dapat menjadi teladan dan contoh. Salah satu komunitas yang kecil yang mempunyai panutan adalah keluarga yang dipimpin oleh kepala keluarga. Jika kita melihat di komunitas gereja, pendeta menjadi contoh dan teladan. Begitu juga di negara Indonesia ini mempunyai pemimpin yaitu presiden. Semua itu menjadi contoh dan teladan di dalam hidup pribadi maupun kelompok yang mengarahkan kita kepada kehidupan yang sejahtera, aman dan tenteram. Di dalam pergumulan iman kita juga sebagai orang Kristen, tentu mempunyai tuntunan hidup melalui teladan. Saat ini Yesus sebagai teladan yang agung bagi umat Kristen di dunia ini. Namun yang menjadi pergumulan kita saat ini adalah apakah semua orang percaya sudah meneladani Yesus sebagai gembala di dalam hidup dan imannya?

 

Di dalam kitab pemazmur 23 ini juga menegaskan bahwa kisah perjalanan umat Israel digambarkan seperti seorang gembala yang menggembalakan kawanan dombanya. Umat Israel adalah domba Allah yang digembalakan oleh Allah. Domba Allah memperoleh kebutuhan yang cukup dan perlindungan yang maksimal. Allah merawat dombaNya dengan sungguh-sungguh dan mengenal para domba-dombaNya secara pribadi lepas pribadi. Bila Allah yang menggembalakan kita sebagai dombaNya maka kita tidak akan mengalami kekurangan apapun di dalam hidup kita. Sebab Allah mencukupkan segala kebutuhan yang digembalakanNya. Ini merupakan ungkapan yang sudah dialami oleh Daud, sebagaimana ia telah merasakan tuntunan Allah sebagai gembala di dalam hidupnya. Tanpa Allah sebagai gembala  Daud maka ia akan mengalami kekuarangan, ketakutan, kekawatiran, kegalauan, dan kelemahan di dalam hidupnya. Kehadiran Allah di dalam imannya telah menyaksikan imannya sendiri yang mengakui bahwa Allah menjadi gembalanya yang baik.

 

Saudaraku kekasih, di dalam hidup kita ini perlu kita sadari siapa yang selalu mengendalikan dan menggembalakan hidup kita? Apakah itu harta, pekerjaan, istri, suami, anak-anak, keluarga, tetangga atau jabatan? Namun keyakinan kita kepada Yesus Kristus bahwa Dialah yang menjadi gembala di dalam hidup kita secara khusus yang menggembalakan hati kita, jika Yesus menjadi gembala hati, pikiran dan jiwa kita maka kita tidak akan pernah mengalami kekurangan apapun baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan Rohani. Oleh karena itu saudaraku, saat ini tentukanlah bahwa Yesus saja yang menggembalakan hatimu. Agar hidupmu selalu dicukupkan dan dipenuhi rasa syukur kepada Allah. Amin

 

HAPPY DAY

 

Selamat beraktivitas untuk kita semua

Salam Marturia

Pdt. Dr.Anna  Ch Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here