Kolam Susu

0
399

Oleh: P. Adriyanto

 

*Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.”

*Filipi 4:19*

 

*’Kolam susu’*, lagu Koes Plus yang menjadi hit pada tahun 1990-an, mengisahkan betapa makmurnya bumi Indonesia. Kail dan jala bisa menghidupimu, dan  tongkat kayu bisa jadi tanaman, karena tanah kita adalah tanah surga.

 

Ditinjau dari PDB perkapita ASEAN,

Indonesia menempati peringkat ke 7, dengan pendapatan per kapita USD 11.700 dan ranking 130 dunia (bandingkan dengan Singapura, 87.100, peringkat 1 ASEAN dan peringkat 5 dunia; Malaysia, 27.200, peringkat 4 ASEAN dan peringkat 70 dunia). Secara makro, pertumbuhan ekonomi menduduki peringkat 3 dunia (5.01℅) setelah Cina dan India.

Kekayaan alam, tambang emas terbesar di dunia, tambang nikel dll, di samping kekayaan lautan yang luar biasa telah disediakan Tuhan kepada kita. Tapi rakyat Indonesia kurang mensyukuri karunia Tuhan tsb. Banyak pimpinan yang korup; terorisme dan radikalisme cukup mencemaskan; narkotika masih merupakan primadona bagi jutaan orang pada semua lapisan kehidupan sosial masyarakat. Orang bilang, mungkin Tuhan murka kepada kita.

 

Allah telah menyediakan segala kebutuhan kita.

*”Allahku akan memenuhi segala keperluanmu, menurut kekayaan dan kemuliaan- Nya dalam Kristus Yesus.”*

*Filipi 4:19*

 

Berdasarkan laporan dari BPS penduduk miskin per Maret 2017 mencapai 27.77 juta orang (10.64%), meningkat 6.9 ribu di banding September 2016.

Mengapa masih banyak sekali saudara-saudara kita yang masih miskin dan hidup du bawah garis kemiskinan??¹

 

Di samping faktor eksternal seperti belum meratanya pembangunan infrastruktur, kondisi alam, dll, ditinjau dari orang perorang dari segi kehidupan kerohanian, penyebabnya antara lain:

• Kita berdosa –  *”Dosamu menghambat yang baik dari padamu.”*

Baca juga  CARILAH TUHAN MAKA KAMU AKAN HIDUP

*Yeremia 5:25*

 

• Kurang beriman dan lalai meminta dari Tuhan.

*”Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.”*

*Yakobus 4:2*

 

• Kemalasan

*”Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah dia makan.”*

*2 Tesalonika 3:10*

 

Pada prinsipnya, Tuhan menghendaki kita hidup dalam kemakmuran, bukan saja dalam kekayaan materi, tapi juga pada berbagai aspek kehidupan kita, roh, jiwa dan jasmani kita yang sehat. Namun, jangan lupa bahwa Tuhan juga menginginkan kita memyumbangkan kemakmuran bagi negara dan bangsa dengan bekerja lebih produktif, memenuhi kewajiban pajak secara jujur, memberi persepuluhan dan amal (charity). Terhadap tuntutan yang terakhir yakni *persepuluhan,* banyak sekali orang Kristen termasuk saya yang kurang/tidak mempedulikannya. Saya saat ini sudah pensiun total, sehingga merupakan suatu excuse sekaligus penyesalan karena  tidak pernah memberi persepuluhan. Kita harus mencontoh para jemaat gereja-gereja  yang dengan penuh kesadaran memenuhi perintah Tuhan dan mestinya dapat lebih menyegarkan iman mereka.

 

Seringkali pikiran kita terkurung pada fakta keterbatasan berbagai sumber daya yang kita miliki terutama sumber daya keuangan dan skill.

Kita lupa bahwa Allah adalah sumber kemakmuran dan kekayaan yang tidak terbatas. Kita lupa berdoa mohon kemakmuran kepada-Nya.

Bila terjadi krisis ekonomi yang menyebabkan banyak perusahaan bangkrut sehingga terjadi PHK besar-besaran seperti pada tahun 1998 yang lalu, iman kita semakin jongkok, karena berpikir tidak ada apapun yang dapat kita lakukan terkecuali menyerah pada keadaan. Kita sering lupa bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, dan dengan demikian kira lupa meminta pertolongan kepada-Nya.

Dalam kondisi yang menyesakkan, kita juga sering lupa bahwa kasih Tuhan selalu berlimpah kepada kita. Tuhan mengasihi kita dan selalu ingin menyediakan kebutuhan kita. Tuhan mengetahui apa yang kita perlukan.

Baca juga  SUKACITA DI SORGA

*”Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.”*

*Matius 6:8*

 

Ada orang yang merasa bahwa Tuhan itu pelit, Dia hanya memberi kita rezeki yang secukupnya. Oleh sebab itu orang-orang ini tergoda untuk melakukan jalan pintas yakni melakukan berbagai bentuk kriminalitas seperti menjadi begal, perampok, koruptor, dll.

Bila kita berkenan kepada Allah dan mematuhi serta mendengar perintah-Nya, pasti kita akan memperoleh berkat-Nya yang berlimpah.

*”Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu,  jika engkau mendengarkan suara TUHAN,Allahmu.”*

*Ulangan 28: 2*

 

Jika kita bersungguh-sungguh ingin memperoleh kekayaan Tuhan, kita terlebih dahulu harus menjadi berkat bagi orang lain, maka kita akan menerima lebih banyak dari Tuhan.

Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here