Menghadapi Situasi Bahaya

0
2219

Oleh: Christian T

 

*Renungan BGA ( Baca Gali Alkitab )*

*Bacaan Alkitab : Ester 5:1-8*

 

 

*Syalom, sahabat-sahabatku pembaca setia BGA yang terkasih dalam Kristus Yesus,*

 

Pada hari ketiga Ester mengenakan pakaian ratu untuk menghadap raja. Ester dalam posisi menghadapi bahaya, yaitu menghadapi ancaman hukuman mati karena berani menghadap raja di pelataran tanpa diundang. Hal ini dapat diketahui kelak jika raja tidak mengulurkan tongkat emasnya.( 4:11).

 

Lalu apa yang terjadi kepada Ester dalam situasi yang sangat menegangkan ini ? Rupanya Allah tidak menghendaki Ester harus mati demi kelangsungan bangsa Israel. Raja berkenan setelah melihat Ester dengan mengulurkan tongkat emasnya kepada Ester.(2). Bahkan bukan hanya berhenti pada tindakan itu, namun raja malah bertanya kepada Ester apa yang dimintai akan dikabulkan sekalipun. setengah dari kerajaanya (3,6).

 

Dengan sikap yang tenang dan penuh kepercayaan diri Ester meresponnya dengan permintaan agar raja bersama Haman untuk datang ke perjamuan yang akan diadakan olehnya, lalu pada saat itulah Ester akan memberitahukan permintaannya. (4-5,8).

 

*Sahabat-sahabat pembaca BGA yang terkasih dalam Yesus,*

 

Apa yang melatarbelakanginya sehingga Ester berani mengambil resiko yang sangat tinggi dalam situasi yang sangat berbahaya, dapat bersikap tenang dan dapat menyusun strategi yang jitu ? Ester tidak menunjukkan sikap yang responsif atau reaktif yang berlebihan dengan menunjukan wajah dan ucapan yang menggebu-gebu ( terlalu semangat dan gembira ) saat itu, atau bahkan Ester pun bisa langsung meminta sesuai dengan misi yang diembannya dari Mordekhai, pamannya. Sungguh sangat luar biasa bagi seorang wanita dan dari bangsa yang sedang dalam tawanan dan pembuangan sekalipun ia adalah seorang ratu, apalagi mengingat nasib yang menimpa ratu Wasti, sebelumnya yang dicopot dari gelar ratu karena dianggap  membangkang raja ( pasal 1 ).

 

Sahabat yang terkasih, ternyata kuncinya adalah pertama : Ester sangat mengandalkan TUHAN dengan dibuktikannya dirinya melakukan doa dan puasa, dan meminta dukungan melakukan hal yang sama kepada para dayangnya, Mordekhai pamannya, dan seluruh bangsa Israel, kedua: Ester menguatkan hati dan  memiliki iman yang teguh bahwa TUHAN akan menolongnya dan menyelamatkan umat pikihan-NYA, Israel dalam rangka menepati dan mewujudkan misi keselamatan melalui umat pilihan-NYA ini, yaitu melahirkan Yesus, Sang Mesias, ketiga : Akhirnya TUHAN menyertai Ester, sehingga Ester dapat bersikap tenang dan berhikmat dalam situasi yang sangat sulit dan berbahaya ini.

 

Sobat, bagaimana dengan kita?

Mungkin saat ini ada diantara kita sedang menghadapi situasi yang sangat sulit dan berbahaya baik bagi diri, keluarga, pekerjaan, usaha, pelayanan seperti yang dihadapi oleh Ester. Teladanilah sikap dan tindakan yang diambil dan dilakukannya, yaitu mengandalkan TUHAN dengan melakukan doa dan puasa dan hidup dalam persekutuan yang erat dengan TUHAN dan orang-orang terdekat dan sesama seiman, menguatkan hati dan memiliki iman yang teguh, dan tentu dengan penyertaan dan hikmat NYA, maka kita dapat memiliki keberanian, kepercayaan diri dan tentu hikmat dalam berkomunikasi dan menyusun strategi dalam situasi yang sangat genting dan dalam waktu yang singkat dan mendesak. Yesus berkata bahwa tatkala kita diperhadapkan pada situasi tersebut, janganlah menjadi takut dan gentar sebab Roh Kudus yang akan berkata-kata (Mrk 13:11).

 

Sobat, saya tutup renungan ini  dengan kesaksian yang terjadi pada Rabu malam, dua hari yang lalu. Peristiwa yang saya alami adalah ketika saya sedang mencari alamat dan sedang mencobanya mencarinya di google map dan saya hentikan mobil di depan SPBU di Sunter arah ke Kelapa Gading. Ketika sudah selesai dan mulai menjalankan. kendaraan tiba-tiba sebuah Taxi Blue Bird menyalip dan memasuki SPBU dengan laju yang kencang dan menyerempet bemper mobil saya. Taxi tersebut rusak cukup parah pada kedua sisi kiri, tetapi bemper mobil saya hanya tergores sedikit tanpa penyok. Lalu terjadi keributan dan saya tantang supir taxi tersebut dengan mengatakan bahwa saya tidak mau bayar dan seharusnya dia yang mengganti kerusakan mobil saya. Cukup lama bersitegang dan saat itu saya tidak ada perasaan takut sama sekali. Karena tidak ada perasaan, supir taxi tersebut menantang saya untuk diselesaikan di kantor polisi. Akhirnya saya berdoa kepada Tuhan Yesus agar diberi hikmat, karena saya tahu bahwa ini adalah modus untuk memeras karena mobil saya tidak rusak parah tetapi mobil taxi itu sangat parah. Namun akhirnya saya mengalah dan saya hanya punya uang tiga ratus ribu dan supir taxi tersebut menerimanya dan langsung ngeloyor pergi tanpa mengisi bensin. Disampingnya itu sudah mulai banyak orang mengerumuni kami. Saya berpikir cepat-cepat diselaikan dan mau mengantar barang yang sudah harus dikirim mengingat juga hari sudah larut malam.

 

Kiranya Tuhan Yesus menolong dan memberkati kita semua saat menghadapi situasi yang sangat sulit dan berbahaya. ?

 

Salam

Teriring doa

Christian T

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here