Berarti di Tangan Tuhan

0
252

Bacaan Injil: Mrk. 8:1-10.

Seringkali hal-hal kecil dan sepele kurang mendapat perhatian banyak orang. Orang lebih suka dan cenderung memperhatikan hal-hal besar dan _spektakuler._ Padahal dari hal-hal kecil itulah muncul hal-hal besar, dari sesuatu yang sederhana lahiriah hal yang luar biasa. Misalnya, ketika orang tekun dan ulet mengerjakan usahanya yang sederhana, lama-lama usaha tersebut berkembang menjadi besar dan berhasil. Hal ini juga pasti ditopang dengan membangun pola hidup yang disiplin, teratur dan tertib. Waktu dan kesempatan dimanfaatkan secara berkualitas, sehingga hidup itu produktif.

Ada banyak kesaksian hidup tentang orang-orang sukses terkait hal ini. Ada pengusaha sukses yang dulunya adalah seorang pemulung, penjual koran, tukang pijit, dst. Tetapi karena tekun dan kerja keras melakukan pekerjaan sederhana, mereka menjadi berhasil di dalam kehidupannya. Hidup manusia memang seperti itu. Dalam bacaan pertama diwartakan, setelah manusia jatuh ke dalam dosa, Allah menghukum mereka supaya harus bekerja keras untuk mendapatkan rezeki (Kej. 3:17-19).

Hari ini Yesus dalam bacaan Injil mengadakan mukjizat penggandaan tujuh roti dan beberapa ikan untuk 4.000 orang. Sesuatu yang sangat mustahil dalam pikiran manusia. Bagaimana mungkin roti dan ikan yang sedikit itu dapat mengenyangkan sebanyak mungkin orang? Namun prinsipnya adalah dalam tangan dan kuasa Tuhan tidak ada yang mustahil.

Ketika roti yang sedikit berada dalam tangan Tuhan maka Ia akan melipatgandakannya menjadi berkat berlimpah bagi banyak orang. Bahkan, dicatat dalam Injil, ketika orang makan sampai kenyang, mereka mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul.

Kita dapat melihat dari perspektif lain tentang peristiwa dalam Injil hari ini. Hal yang kecil, sedikit, dan mungkin dianggap tidak berarti apa-apa serta sederhana, ternyata bisa melahirkan suatu tindakan dan memberikan dampak yang dahsyat dan luar biasa.

Hal ini pun juga berlaku dalam kehidupan kita. Tatkala kita mau menyerahkan hidup kita yang serba terbatas, usaha dan pekerjaan kita yang kecil, kehidupan keluarga kita yang kecil dan sederhana di tangan Tuhan, maka Ia akan mengubah semua itu menjadi berkat berlimpah bagi banyak orang di sekitar kita. Bagi Tuhan tak ada yang mustahil.

Semoga kita senantiasa meletakkan seluruh hidup kita di tangan Tuhan bagaikan tujuh roti dan beberapa ikan, agar kita selalu hidup dalam kelimpahan rahmat-Nya dan menjadi berkat bagi sesama.

Bila meja tak mampu menahan
Janganlah air di gelas tumpah
Serahkan hidup di tangan Tuhan
Agar menjadi berkat berlimpah

*(sisko alexander msc)*
_Dia harus makin besar, tetapi aku harus semakin kecil_ (Yoh. 3:30).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here