Bersandar Penuh Pada Tuhan

0
799

Oleh: Stefanus Wiji Suratno

Yeremia 17:7-8 (TB) Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Menurut nabi Yeremia orang yang bersandar penuh pada Tuhan adalah :
1. Orang yang diberkati. Tuhan senang pada orang yang bersandar penuh padaNya. Allah senang bila manusia selalu berharap kepadaNya. ( Mazmur 31 : 25; 38 : 16; 39 : 8 ). Jangan berharap pada manusia karena manusia hanya hembusan nafas saja ( Yesaya 2 : 22 ).

2. Ia seperti pohon yang ditanam ditepi air artinya orang yang bersandar Tuhan tidak pernah kekurangan makanan karena Allah selalu menyediakan. Saat Abraham mempersembahkan Ishak dia beriman bahwa Allah akan menyediakan gantinya buat Ishak ( Kejadian 22 : 8 ). Allah selalu menyediakan bagi orang yang mengasihi Allah ( I Korintus 2 : 9 ).

3. Merambatkan akar-akarnya ketepi batang air artinya seluruh kehidupannya dicukupi oleh Allah. ( Mazmur 23 : 1-6 ). Waktu bangsa Israel harus mengungsi ke Mesir karena ada 7 tahun masa kekeringan Allah sudah mempersiapkan Yusuf menjadi penguasa di Mesir sehingga seluruh keluarga Yusuf dicukupi Allah semua.

4. Tidak mengalami panas terik. Dunia boleh mengalami krisis tetapi Allah selalu melindungi umatNya dari kesulitan . Contoh : Elia saat menghadapi tahun kering Allah mengirim burung gagak untuk memberi makanan pada Elia ( I Raja2 17 : 2-6 )

5. Dan tetap hijau. Artinya ditengah kesulitan hidup anak-anak Tuhan tetap hidup dalam kelimpahan dan banyak berkat dari Tuhan karena Allah selalu menyediakan berkat buat anak-anakNya yang setia kepadaNya ( Amsal 10 : 6; 28 : 20; Yehezkiel 34 : 26; Hagai 2 : 20 ).

6. Tidak kuatir tahun-tahun kering. Sekalipun dunia akan menghadapi krisis multi dimensi krisis politik krisis ekonomi, krisis keuangan dan krisis lainnya maka anak-anak Tuhan akan dijauhkan dari krisis tersebut. Karena orang yang benar di mata Tuhan akan jauh dari kesukaran ( Amsal 11 : 8; 12 : 13 ). Dan orang yang tidak benar akan dilemparkan dalam kesukaran yang besar ( Wahyu 2 : 22 ).

7. Orang yang bersandar pada Tuhan tidak pernah berhenti berbuah artinya selalu hidup dalam kecukupan dan terus berbuah berlipat lipat, ada yang 30 kali lipat, 60 kali lipat dan 100 kali lipat. ( Mazmur 92 : 15; Matius 13 : 8, 23; Roma 7 : 4; Yohanes 15 : 2, 8 ).

Semoga firman Tuhan yang ringkas ini tetap menjadikan Tuhan sebagai sandaran hidup kita agar kita senantiasa dilindungi dari tahun-tahun krisis.

Kesimpulan dan Doa :
Berbahagialah setiap orang yang selalu bersandar kepada Tuhan maka Allah akan menjauhkan hidupnya dari segala kesulitan dan Allah selalu menolong tepat pada waktuNya.

Salam kasih
Stefanus Wiji Suratno
Dosen Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Persada Indonesia YAI dan Universitas Katolik Parahiyangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here