Kasih Setia Tuhan Tiada Bertara

0
240

Oleh: Pdt. Bernard TP. Siagian

 

*Mazmur 116:1-9*
116:1 Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku.
116:2 Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya.
116:3 Tali-tali maut telah meliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan.
116:4 Tetapi aku menyerukan nama TUHAN: “Ya TUHAN, luputkanlah kiranya aku!”
116:5 TUHAN adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang.
116:6 TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku.
116:7 Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.
116:8 Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung.
116:9 Aku boleh berjalan di hadapan TUHAN, di negeri orang-orang hidup.

 

Ibrani 13:1-14

 

*Ratapan 3:23*
*_“Selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”_*

Nabi Yeremia meratapi kehancuran kota suci Yerusalem dan kejatuhan bangsa Israel dalam penghukuman Tuhan oleh karena dosa pemberontakan mereka. Mereka tidak mau bertobat betapa pun ia dan para nabi terus berulang kali dan silih berganti memperingatkan. Akhirnya Tuhan pun membiarkan bangsa kafir menghancurkan tembok Yerusalem dan menginjak-injak bait Allah, lalu membawa mereka ke pembuangan Babel sebagai budak.

Pengalaman pahit itu harus mereka terima sebagai akibat dosa dan kejahatan mereka. Sebab mereka harus belajar taat dan paham akan kasih Tuhan. Bahwa kasih Tuhan tidak dapat dan tidak boleh disalah-gunakan. Karena itu, pembuangan dan penderitaan adalah pengajaran Tuhan yang patut diterima dan harus dihormati sebagai wujud kasih Allah yang tidak boleh dipermainkan.

Di dalam kasih Tuhan ada penghukuman. Demikian juga sebaliknya, di dalam penghukuman Tuhan ada kasih-Nya. Keduanya adalah seperti dua sisi dari satu mata uang. Keduanya jelas berbeda namun tidak dapat dipisahkan. Demikianlah kita harus mengimani Allah kita. Dia adil dan tidak akan membiarkan kesalahan merajalela. Namun kasih-Nya jauh lebih besar. Walau pun Tuhan harus menghukum umat-Nya sesaat lamanya, tetapi Tuhan tetap menyertai. Di balik penghukuman-Nya, ada kasih setia-Nya. Kasih-Nya tidak pernah berubah, betapa pun Ia harus menghukum juga. Tanpa itu, kesalahan dan dosa akan merajalela; dan kita justru akan binasa. Tetapi Tuhan akan memulihkan keadaan kita apabila kita tidak lari dari-Nya. Itulah yang dimaksudkan oleh nas hari ini. Bahwa kasih Allah selalu baru setiap pagi, dan kesetiaan-Nya besar untuk keselamatan kita semua. Amin!

Baca juga  FK UPH adakan Sumpah Dokter bagi  146 Dokter Baru Lewat Videoconference

*DOA:*
*_“Terpujilah Tuhan Allah, Bapa yang mengasihi kami. Kami mau menjadi anak-Mu yang setia dan taat akan firman-Mu. Amin!”_*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here