KESABARAN MENENTUKAN APAKAH ANDA AKAN BERHASIL ATAU GAGAL 

0
162

Oleh: P. Adriyanto

 

*”Agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran  mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.”*
*Ibrani 6:12*

Ketidaksabaran adalah pemantik kemarahan dan keputusasaan.

Berdasarkan perspektif psikologi dan ilmu kedokteran, ketidaksabaran bisa menyebabkan orang menjadi emosional dan frustrasi, sehingga akan menimbulkan stroke dan gangguan jantung lainnya.

Ditinjau dari perspektif keimanan, ketidaksabaran merupakan penghambat dan penghalang bagi kita untuk datang lebih dekat kepada Tuhan. Bila seseorang memohon kepada Tuhan untuk kesembuhan dari penyakitnya, ketika seseorang ingin keluar dari kemiskinan dan ketika seseorang ingin mencapai tujuan tertentu, tapi permohonan kepada Tuhan didasarkan pada ketidaksabaran, maka ia akan merasa kecewa kepada Tuhan karena doanya belum dikabulkan Tuhan, sehingga ia berniat mencari breakthrough (terobosan-terobosan) lain, tidak peduli apakah
tindakannya berkenan/tidak
kepada Tuhan (lebih percaya kepada dukun, melakukan korupsi, dan lain-lain).

Ketidaksabaran juga sering berujung pada maut, bagi pengemudi yang yang tidak dapat mengendalikan emosinya. Juga bagi orang yang berselisih, yang menggunakan kekerasan sehingga mereka saling membunuh.

Kesabaran itu akan menopang iman kita. Apabila kita merenungkan janji-janji Tuhan dengan iman, maka kesabaran akan mengajar kita untuk bertahan. Kita dapat menolak godaan iblis yang menyatakan bahwa janji-janji Tuhan hanyalah omong kosong belaka. Kita tidak akan mundur karena firman Tuhan tidak pernah gagal. Kita harus terus mempercayai Firman dengan kesabaran, sehingga kita akan menerima janji-janji Tuhan.

Janji Tuhan adalah ya dan amin, artinya janji tersebut pasti digenapi. Bersabarlah dalam menanti janji Tuhan. Seperti Abraham yang telah menanti puluhan tahun akan janji Tuhan bahwa ia akan mempunyai keturunan yang banyak. Namun ia dan istrinya sudah sama-sama tua sehingga, tidaklah mungkin mereka mempunyai anak. Namun Tuhan tetap memenuhi janji-Nya dan menganugerahi mereka dengan seorang anak laki-laki.

Baca juga  ALLAH HAKIM YANG ADIL

Tokoh kedua yang patut kita teladani adalah Kaleb, di mana ia menerima janji Tuhan melalui Musa pada saat usianya 40 tahun, dan Tuhan baru menggenapi janjinya pada saat ia berusia 85 tahun. 45 tahun dalam penantian bukanlah sesuatu yang mudah.

Percayalah akan firman Tuhan berikut ini:
*”Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.”*

*Pengkotbah 3: 11*
Itulah sebabnya, kita harus bersabar dan tawakhal dalam menanti janji Tuhan. Karena Tuhan telah membuat segala sesuatu indah pada waktunta.
Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here