Dipanggil Menjadi Aliran Hidup

0
2172

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

 

Yohanes 7:37-44

(37) Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! (38) Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” (39) Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan. (40) Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.” (41) Yang lain berkata: “Ia ini Mesias.” Tetapi yang lain lagi berkata: “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! (42) Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.” (43) Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia. (44) Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya.

 

Air merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan makhluk hidup. Tanpa air, manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan akan lemas, kering atau layu,  dan lama-kelamaan bisa meninggal atau mati. Tanpa air, tidak satupun makhluk hidup dapat bertahan.

Yesus pada puncak perayaan Hari Pondok Daun, mencoba untuk menegaskan hal itu, bagi orang banyak yang ada, dimana Dia memanggil dan berseru “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum”. Yesus memakai kiasan atau gambaran diri-Nya sebagai air kehidupan ini, dimana Dia mau supaya manusia menyakini sungguh, tanpa Dia atau diluar Dia, maka lama-kelamaan manusia akan lemas dan mati. Barangsiapa yang haus, menggambarkan bahwa semua orang tanpa kecuali boleh datang kepada Yesus. Dia terbuka dan menanti siapa pun yang mau datang kepada-Nya.

Yesus juga mengatakan bahwa, barangsiapa percaya kepada-Nya seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci, dimana saat itu, Yesus menunjuk kepada “Alkitab”, karena itulah Firman Bapa-Nya, dan dengan demikian, merupakan kekuasaan tertinggi untuk kehidupan dan ajaran-Nya.   Kemudian, setelah percaya, maka dari dalam hatinya, hati yang percaya itu, akan mengalir aliran-aliran air hidup. Dimana, aliran-aliran itu akan mengalir, apabila karunia Roh diberikan atau tercurah keatas mereka. Dan, mereka akan mengalami hidup-Nya yang melimpah. Yesus juga mau, supaya kepercayaan yang ada dalam kehidupan setiap anak-anak-Nya, kelimpahan berkat yang didapat dari-Nya itu, janganlah disimpan atau ditabung untuk diri sendiri, janganlah dipendam untuk diri sendiri, tapi kepercayaan itu, harus mengalir, harus di salurkan, harus dibagikan kepada orang lain (bnd. Yes. 58:11; Yer. 31:12).

Mendengar apa yang Yesus katakan dan melihat apa yang Yesus lakukan, maka orang banyak mulai menarik kesimpulan tentang, siapakah Yesus itu. Ada yang mengatakan bahwa Yesus adalah nabi yang akan datang, dan ada pula yang bilang bahwa, Dia itu mesias. Dan, karena pendapat-pendapat yang berbeda-beda itu, maka terjadi pertentangan diantara mereka. Bahkan, ada yang ingin menangkap Yesus, tapi tidak berani melakukannya. Mereka tidak mengerti dan memahami panggilan Yesus yang begitu indah bagi hidup mereka. Mereka, hanya mendengar dan mengikuti kekuatan serta pemikiran manusiawi mereka. Padahal, dengan jelas-jelas, Yesus mengajak marilah yang haus, marilah yang membutuhkan kehidupan kekal, datanglah kepada-Ku, maka aku akan memberikan air kehidupan, yang akan menyegarkan hidupmu selamanya, karena Akulah Air Sumber hidup.

Yesus telah memanggil masing-masing kita untuk menjadi aliran hidup bagi orang lain. Panggilan itu, pasti dibekali. Artinya, Dia sangat tahu keadaan kita, Dia tahu apa yang kita perlukan atau butuhkan untuk menjalani dan melaksanakan panggilan itu. Olek karena itu, Dia pasti akan memperlengkapi dan membekali kita untuk melaksanakan semuanya.

Namun, sebagai orang-orang yang dipanggil oleh-Nya, janganlah kita seperti orang-orang yang tidak percaya, yang masih meragukan kuasa dan kasih-Nya, yang masih mempertentangkan hal-hal lahiriah dalam hidup ini. Tapi, marilah kita pakai panggilan itu dengan baik, supaya lewat kehidupan kita, orang lain merasakan kebahagiaan, sukacita dan damai. Bukan kehancuran, marah dan sakit hati. Karena kita dipanggil untuk sebuah tugas mulia, yaitu sebagai aliran hidup-Nya..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here