TINGGAL DI DALAM KRISTUS YESUS 

0
246

Oleh: P. Adriyanto

*”Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang keluar seperti ranting dan menjadi kering.”*
*Yohanes 15:8*

Bila kita diam di dalam Kristus, maka Allah akan tinggal di dalam hati kita.
Yesus adalah terang dunia.
*”Akulah terang dunia, barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan.”*
*Yohanes 8:12*

Kegelapan diciptakan oleh iblis agar kita jauh dari Tuhan. Karena kasih-Nya kepada kita, maka Yesus menginginkan kita untuk mengikuti-Nya.

Di samping itu, Yesus adalah pokok anggur yang benar dan dengan jelas ia mengajak kita untuk menjadi ranting-ranting-Nya yang berbuah lebat.
*”Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Ku lah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya supaya ia lebih berbuah banyak. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku ia dibuang keluar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dicampakkan orang dan ia dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya.”*
*Yohanes 15:1~2, 4~7*

Biasanya menjelang tahun yang baru, banyak orang membuat *wish list* yakni daftar berbagai harapan dan permintaan. Mulai dari umur panjang, rezeki, kesehatan, jodoh, pekerjaan/karir, dan masih banyak lagi yang lain. Bagi kita orang percaya, sebenarnya cukup hanya satu harapan dan permintaan kita, yakni: *bersekekutu dengan Tuhan dan mengundang Tuhan masuk/tinggal di dalam hati kita.* Kita harus menjadi ranting-ranting yang berbuah banyak, dan dengan demikian apa saja yang kita kehendaki dan kita inginkan, akan dipenuhi oleh Tuhan. Di samping itu, Tuhan juga akan melindungi kita dari berbagai bencana dan bahaya. Bukankah semuanya ini yang kita harapkan?

Baca juga  Langkah Pertama Menuju Penyelesaian Konflik

Kita jangan terperangkap oleh iblis yang mendatangkan penyakit, musibah dan penderitaan lain bagi kita untuk menjauhkan kita dari persekutuan dengan Tuhan. Kita harus tetap fokus pada kedekatan kita dengan Tuhan, sehingga kekuatan iman kita akan mengundang Tuhan untuk membimbing kita keluar dari setiap badai dan kegelapan.
Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here