TULAH KESEPULUH 

0
388

Oleh: Pdt. Andreas Loanka

BGA dari Kel. 12:29-42

Tuhan hendak membebaskan umat-Nya, namun Firaun mengeraskan hati untuk menentang kehendak-Nya.   Tuhan telah mengutus  hamba-Nya, Musa, untuk memberitahu Firaun agar mengijinkan bangsa Israel pergi dari Mesir.  Untuk itu, Tuhan memberikan Musa kuasa untuk mengadakan tanda-tanda mujizat, namun Firaun tetap tidak mengijinkan. Tuhan sudah menimpahkan sembilan macam tulah, tetapi Firaun tetap mengeraskan hati untuk tetap tidak mau melepaskan umat Israel. Itu sebabnya Tuhan mendatangkan tulah yang kesepuluh, yaitu kematian anak-anak sulung.

Tuhan mendatangkan kedukaan karena murka-Nya  (Kel. 12:29-30).  Pada tengah malam Tuhan membunuh tiap-tiap anak sulung di Mesir, dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai anak sulung orang tawanan, yang ada dalam liang tutupan, beserta anak sulung hewan.  Terjadi kedukaan yang mendalam  di Mesir.  Di sana terdengar seruan yang hebat, karena tidak ada rumah yang tidak mengalami kematian.  Kematian anak-anak sulung itu datang dari Tuhan sendiri, karena murka-Nya pada Firaun dan orang-orang Mesir yang keras hati dan menentang kehendak-Nya.

Tuhan memberikan kelepasan karena kedaulatan-Nya (Kel. 12:31-33). Tulah yang ke sepuluh itu membuat  Firaun menyadari kedaulatan Tuhan yang jauh melampaui kuasanya.  Pada malam itu dipanggilnyalah Musa dan Harun.  Ia memerintahkan Musa dan Harun untuk membawa orang-orang Israel keluar dari  Mesir dengan membawa milik kepunyaan mereka. Ia juga meminta mereka beribadah kepada Tuhan dan memohonkan berkat baginya.  Bukan hanya Firaun, orang-orang Mesir juga mendesak orang-orang Israel untuk pergi, karena mereka takut jika mereka binasa semuanya.   Orang-orang Israel mengalami kelepasan dari Mesir karena kedaulatan-Nya.

Tuhan mencukupi kebutuhan karena kemurahan-Nya (Kel. 12:34-39).  Orang-orang Israel yang akan menempuh perjalanan jauh membutuhkan bekal dalam perjalanan.  Mereka membawa adonan roti dan tempatnya dengan dibungkus kain.  Mereka juga melakukan apa yang dikatakan Musa, yaitu meminta kepada majikan mereka, orang Mesir, barang-barang emas dan perak serta kain-kain.   Tuhan membuat orang-orang Mesir menjadi begitu murah hati untuk memberikan kepada orang-orang Israel emas dan perak serta kain-kain (Kel. 12:35-36), serta mengijinkan mereka membawa banyak bekal makanan (Kel. 12:39).

Baca juga  HIDUP DALAM KEBENARAN 

Selain orang-orang Israel, banyak orang dari berbagai-bagai bangsa turut dengan mereka untuk keluar dari Mesir (Kel. 12:38).  Kemerdekaan Israel bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga bangsa-bangsa lain yang menjadi budak di Mesir yang mau ikut dengan mereka. Mereka diberkati untuk menjadi berkat bagi orang-orang lain juga.

Tuhan menggenapi janji-Nya karena kesetiaan-Nya  (Kel. 12:40-42).  Tuhan telah menubuatkan perbudakan yang dialami umat Israel serta menjanjikan kelepasan bagi mereka (Kej. 15:13-14).  Setelah genap waktunya, Tuhan menggenapi janji-Nya. Allah adalah setia, apa yang difirmankan-Nya pasti akan digenapkan-Nya.

Salam dari
Pdt. Andreas Loanka
GKI Gading Serpong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here