PENGHARAPAN KEPADA TUHAN ADALAH SAUH YANG KUAT BAGI JIWA KITA

0
1204

Oleh: P. Adriyanto

*”Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tubir.”*
*Ibrani 6:19*

Kita harus bersyukur kepada Kristus Yesus yang dengan sauh yang kuat, telah menyelamatkan kapal kita dari badai dan gelombang. Dia telah menjatuhkan sauh kita pada batu yang tak tergoyahkan yakni tahta Allah.
Yesus melakukan itu dengan menyerahkan nyawa-Nya bagi kita.
Dia telah melabuhkan kapal kita tidak pada sembarang pantai yang keamanannya hanya sementara, tapi sampai di belakang tubir (tempat yang aman)
*note:*
Arti tubir sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah tepi jurang yang dalam atau air/laut yang dalam.

Banyak orang-orang kaya dan para selebriti populer yang memilih tempat berlabuh yang salah dengan jalan bunuh diri. Bahkan ada satu keluarga yang bunuh diri karena terlilit hutang.
Sebagai contoh adalah Adolf Merchie, orang terkaya di Jerman, pada tahun 2009, telah bunuh diri karena perusahaannya telah bangkrut yakni Phoenix Handel dengan jumlah karyawan 22.000 orang dan omzet 21.6 M Euro/tahun, dan ia juga pemilik Heidelberg Cement dengan 68.000 karyawan serta memiliki saham di perusahaan otomotive Volkswagen. Sayang ia tidak datang kepada Yesus, sehingga ia akan dihantar untuk berlabuh pada kehidupan yang kekal.

Pengharapan adalah sauh yang kuat untuk jiwa kita, terlebih pengharapan untuk menerima kemuliaan Allah.
*”Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini, kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.”*
*Roma 5 :2*

Jiwa kita menjadi kuat bila kita memiliki pengharapan.
Setiap hari kita akan merasa aman dan menikmati ketenangan luar biasa, karena kapal kita telah dilabuhkan di tempat yang terlindungi sehingga tidak akan hanyut di tengah badai gelombang.

Baca juga  GEREJA 57 SEN

Kita akan berada di tempat sauh kita telah ditambatkan dan berpegang erat pada kasih karunia Allah yang menyelamatkan.

Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here