Menghadapi Kegagalan

0
173

 

Oleh: Pdt. Stefanus Hadi Prayitno.

 

Shalom Aleichem ……..

HALELUYA ………. !

Selamat pagi Saudaraku yang Terkasih dalam Yesus Kristus

Nas  : “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. (Roma 5:3-5)”

Semua orang yang berhasil dalam hidupnya adalah orang-orang yang pernah mengalami kegagalan.

Kuncinya yaitu mereka “tidak putus asa”. Mereka “tidak berhenti mencoba,” tetapi “terus berusaha”. Kegagalan tidak membuat seseorang “gagal”, kecuali ia menyerah dan berhenti mencoba.

 

Tahukah Anda bahwa “Walt Disney”, pencipta dan “pendiri Disneyland”, pernah dikeluarkan dari pekerjaan karena kekurangan ide? Usahanya bangkrut berkali-kali sebelum akhirnya ia membangun Disneyland.

 

“Albert Einstein”, orang yang paling jenius di dunia, mulai dapat berbicara ketika ia telah berumur 4 tahun. Ia mulai dapat membaca ketika berumur 7 tahun. Gurunya di sekolah menilainya sebagai seorang anak yang lambat, tidak dapat bergaul, dan suka melamun. Ia juga pernah dikeluarkan dari Zurich Polytechnic School.

Siapakah “Abraham Lincoln” sebenarnya? Berikut marilah kita melihat sejarah hidup tokoh ini yang tidak jarang mengalami kegagalan dalam hidupnya.

>Tahun 1831 ia mengalami kebangkrutan dalam usahanya.

>Tahun 1832 ia kalah dalam pemilihan lokal.

>Tahun 1833 ia kembali mengalami kegagalan dalam usahanya.

>Tahun 1840 ia gagal dalam pemilihan anggota Senat Amerika Serikat.

>Tahun 1842 ia menderita kegagalan untuk duduk sebagai anggota kongres Amerika.

>Tahun 1847 ia ka kalah lagi di kongres.

Baca juga  KEBERAGAMAN ADALAH ANUGERAH BUKAN MUSIBAH

>Tahun 1855 ia kalah lagi di senat Amerika Serikat.

>Tahun 1856 ia gagal untuk duduk sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat.

>Tahun 1858 ia gagal lagi di Senat.

>Akhirnya pada tahun 1860 ia berhasil terpilih sebagai “Presiden Amerika Serikat”.

 

Firman Tuhan dalam Amsal 24:16 mengatakan

“Sebab 7 kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.”

 

Sebagai manusia yang memiliki keterbatasan kita pasti pernah mengalami sebuah kegagalan. Bahkan tokoh-tokoh di Alkitab pun, pernah mengalami sebuah kegagalan didalam kehidupannya.

 

“Musa” gagal mentaati perintah Tuhan karena ia marah kepada bangsa Israel yang tegar tengkuk (Bil 20:2-12).

 

“Raja Daud” gagal mempertahankan kekudusan dengan mengambil Batsyeba istri Uria menjadi istrinya (2 Sam 11:1-27).

“Petrus” gagal mempertahankan imannya (Mat 69-75), dan masih banyak contoh lainnya.

Sesungguhnya bukan kegagalanlah yang Tuhan harapkan terjadi atas setiap kita.

Tetapi respon kita dalam menyikapi sebuah kegagalan.

Tuhan tidak mau kita menyerah tetapi kita harus bangkit!

 

Bagaimana bangkit dari sebuah kegagalan?

 

-Ketekunan adalah unsur yang penting untuk mencapai kesuksesan. Kesuksesan biasanya tidak terjadi seketika, tetapi melalui banyak proses kegagalan.

 

Semakin kita tekun dan mau belajar dari kegagalan kita, semakin dekat kita kepada kesuksesan.

Selamat Beraktifitas Saudaraku, Tuhan Yesus Menyertai dan membuat kita pasti BERHASIL.

Seorang Pemenang bukanlah orang yang tidak pernah gagal tapi tidak pernah menyerah.

“Selamat Bertekun dalam Perjuangan Hidup ini, karena kita lebih dari  “Pemenang”

Gembala Jemaat :

Pdt. Stefanus Hadi Prayitno.-

Jesus bless you n fam.-

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here