Nyaris Mati, Serasa Jantung Tertinggal di Udara, dalam Perjalanan SDK LAI

0
103

Oleh: Sigit Triyono (Sekum LAI)

www.alkitab.or.id  IG:lembagaalkitabindonesia

Adalah kesaksian Pak Anton Siahaan, Kepala Departemen Produksi LAI yang sudah bekerja di LAI selama 24 tahun, namun belum pernah satu kalipun mengikuti perjalanan pengiriman Alkitab ke pelosok negeri. Maklumlah, karena sejak masuk pertama di LAI pekerjaan yang ditangani selalu di bidang produksi dan percetakan, tidak langsung berhubungan dengan pengiriman Alkitab ke daerah terpencil. Pada tahun 2018 ini, demi kesehatian, antusiasme dan fokus pada pelayanan bersama Pak Anton berangkat mengikuti Tim Satu Dalam Kasih (SDK) dalam rangka pengiriman Alkitab ke pedalaman Halmahera Barat.

Jumat pagi lalu (28/9/2018) saat bertemu dengan saya dia langsung berkata: “Pak saya hampir mati dalam perjalanan ke Halmahera Barat 22-27 September kemarin. Saya sungguh sangat bersyukur bisa kembali lagi ke Jakarta dan hari ini bisa masuk kerja.” Saya tersenyum dan sedikit berkelakar: “Jadi sekarang sudah mengalami kebangkitan jiwa ya Pak?”

Menurut ceriteranya, menuju ke lokasi pengiriman Alkitab Satu Dalam Kasih ini harus menempuh transportasi udara, laut dan naik turun gunung dengan ojek namun lebih banyak jalan kakinya. “Yang nyaris membuat saya mati adalah saat naik kapal kecil di tengah laut, dihantam ombak sangat tinggi dan membuat tubuh saya terpelanting,” katanya dengan nada serius. “Saat melanjutkan perjalanan di darat yang harus naik ojek, karena kondisi jalan yang sangat sulit, membuat saya lebih banyak jalan kaki,” sambungnya.

Saya mendengarkan kesaksiannya dengan setia. “Mujizat terjadi Pak. Saya sama sekali tidak sakit disana. Padahal medannya sangat sulit, makan susah dan tubuh kelelahan,” ungkapnya mantap. Saya melihat mata Pak Anton berbinar semangat.

Kesaksian di atas dilengkapi dengan keterangan saudara Andry dan Caroline staf Departemen Komunikasi dan Kemitraan LAI yang jauh lebih muda dan ikut dalam rombongan. Mereka berdua mengatakan memang perjalanannya tidak mudah. Banyak tantangan dan benar-benar penuh dengan perjuangan. “Pak Anton mula-mula banyak mengeluh, namun akhirnya bisa menerima keadaan dan mengikuti seluruh perjalanan dengan setia,” kata Adry.

Baca juga  Bersandar Penuh Pada Tuhan

“Saat kapal kami dihantam ombak dan kapal terangkat naik lalu turun secara drastis, rasanya jantung saya tertinggal di atas Pak,” kata Caroline dengan serius. “Saat saya masuk ke pedalaman Halmahera Barat, saya sangat sedih. Disana jalanan rusak parah, belum ada listrik, tidak ada sinyal HP dan hidup sangat sederhana. Saya selalu ingat Nomi Pak (staf Perpustakaan dan Museum LAI), karena dia kan dari sana,” sambungnya dengan haru.

Perjalanan pengiriman Alkitab dalam program Satu Dalam Kasih ke pelosok negeri adalah sebuah perjalanan spiritual yang sangat bermakna. Bukan perjalanan “tour and traveling” yang bisa selfa-selfi dan upload makanan enak. Saat kapal diterjang ombak, mana ada yang sempat memotret atau merekam dengan kamera hapenya. Yang dilakukan adalah waspada, bertahan dan berdoa dalam situasi mencekam. Selepas itu pastilah sujud syukur atas semua keajaiban yang terjadi.

Pengalaman perjalanan yang sangat sulit, akan serta merta terobati manakala bertemu dengan sahabat-sahabat di pedalaman yang sudah sangat lama menunggu untuk mendapatkan Alkitab. Sukacita, gairah, semangat, kehangatan dan ketulusan mereka dalam menyambut rombongan sungguh mendatangkan sukacita yang tiada terhingga. Semua kelelahan musnah diganti dengan antusiasme baru yang muncul dalam sanubari.

Tugas LAI dalam mewujudkan Alkitab Untuk Semua ke daerah-daerah yang sulit dijangkau akan terus dijalankan apapun tantangannya. Kemitraan dengan semua Gereja (baik individu maupun lembaga) adalah keharusan demi sinergi dalam arak-arakan bersama menghadirkan kabar baik sampai ke ujung bumi. Pengalaman sudah menunjukkan, semua perjalanan berakhir dengan sangat sukacita baik yang mengirim maupun menerima Alkitab. Penyertaan Roh Kudus sungguh nyata dalam segala tantangan dan kesulitan yang harus dihadapi. Terpujilah namaNya.

Baca juga  MEWUJUDKAN KEBAJIKAN DALAM DUNIA NYATA

*#SalamAlkitabUntukSemua*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here