JANGAN MENGHAKIMI

0
220

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

Selamat pagi untuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita sekalian.

Yohanes 7:24, Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.

Satu hal yang menarik dengan kebiasaan gereja kita saat menghadapi persoalan jemaat yang terkena hukum gereja. Pemahaman hukum gereja pernah terjadi berbeda sudut pandang diantara jemaat yang kaya dan jemaat yang miskin. Jemaat yang kaya terus menerus dikunjungi dan  penuh dengan matang untuk dipertimbangkan untuk menjatuhkan hukuman kepada mereka. Sedangkan yang miskin tidak perlu lama-lama, jemaat langsung di jatuhkan hukuman gereja. Tetapi hal ini tidak menjadi gambaran umum gereja menindaklanjuti jemaat yang melakukan kesalahan atau jemaat yang melanggar aturan dan peraturan Gereja kita. Hal ini juga masih dan akan terjadi apabila prinsip pelayanan masih didasarkan oleh keluarga, materi dan rasa kasihan. Satu hal yang pasti hukuman tetaplah hukuman yang harus dilakukan tanpa membedakan satu dengan yang lainnya dan tanpa memandang bulu. Janganlah kita memulai membeda-bedakan satu dengan yang lain, agar kita tidak menghakimi sesuai dengan selera kita saja. Tetapi marilah menegakkan keadilan di dalam pelayanan kita sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.

Sewaktu Yesus mengajarkan di bait suci, orang banyak heran dan bingung serta mereka berkata: darimanakah orang ini mendapat pengetahuan ini? Yesus menjawab: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. Yesus menjelaskan perbedaan ajaran  hukum taurat yang masih pegang teguh dari Musa dulu. Ketika Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari sabat, mereka banyak protes, lalu Yesus menegaskan bahwa sunat bukan berasal dari Musa tetapi dari nenek moyang mereka dan mereka melakukan sunat pada hari sabat.

Baca juga  DUNIA TERANCAM RESESI

Jikalau seorang menerima sunat pada hari Sabat, supaya jangan melanggar hukum Musa, mengapa kamu marah kepada-Ku, karena Aku menyembuhkan seluruh tubuh seorang manusia pada hari Sabat. Inilah yang menjadi perenungan bagi mereka dan kita perbedaan sikap mereka dalam memahami aturan dan ajaran Yesus pada waktu itu. Sehingga Yesus mengatakan: Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil. Sikap inilah yang diharapkan oleh Yesus dimana prioritas mereka haruslah percaya kepada Yesus dibandingkan dengan budaya yang diwarisi oleh nenek moyang mereka dulunya.

Saudaraku kekasih, perbedaan yang terjadi pada saat pelayanan Yesus sangat kontras, dimana mereka menghakimi perbuatan Yesus yang menyembuhkan orang sakit pada hati sabat. Hal ini diperhadapkan dengan budaya mereka yang menyunat pada hari sabat. Perbedaan ini menimbulkan penghakiman yang tidak mereka pahami secara benar. Terkadang di dalam hidup persekutuan kita saat ini juga ada-ada saja penghakiman yang kita lakukan secara tidak adil, sebab jiwa kita masih lebih memprioritaskan kepentingan pribadi, keluarga, budaya, adat istiadat dana kebiasaan yang dulu. Sebelum itu dapat kita pahami secara baik, maka sikap kita tidak akan dapat berubah kebaikan dan kasih. Tentunya jika kita menghakimi sesuatu di dalam kehidupan kita saat ini kita harus tahu benar membedakan benar dan yang salah. Agar keputusan yang kita ambil tidak memiliki penyesalan dikemudian hari. Oleh karena itu, marilah mempertimbangkan segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita ini, dengan tidak tergesa-gesa mengambilnya keputusan dan memberi penilaian. Amin

HAPPY DAY

Selamat beraktivitas untuk kita semua

Salam Marturia

Pdt. Anna Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here