Si Pencuri Buah

0
336

 

 

Bacaan: Galatia 5:22-26

NATS: Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis (Efesus 6:11)

 

Empat orang pemuda berjalan mengendap-endap menembus keremangan malam menuju toko buah yang tidak dijaga. Seorang di antara mereka mengambil sebuah semangka yang sudah masak dan segera menyelinap dalam kegelapan. Lalu semangka itu diberikan kepada pemuda kedua, yang segera meneruskannya kepada pemuda ketiga. Si pemuda keempat memasukkannya ke bagasi mobil. Hanya dalam beberapa menit mereka telah mengambil selusin semangka dan segera meninggalkan tempat itu.

 

Pencurian buah ini ternyata terjadi lebih sering daripada yang kita duga, bukan hanya pada buah-buah dalam arti sebenarnya, melainkan juga pada buah Roh yang disebut dalam Alkitab. Paulus meminta agar orang-orang percaya menghasilkan buah Roh yang meliputi kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5:22-23). Namun Setan tidak ingin buah Roh itu ada dalam kehidupan kita. Saat kita mulai mengembangkannya, Iblis menggunakan tipu muslihatnya untuk “mencuri buah Roh” itu dengan cara menggoda kita untuk berbuat dosa.

 

Akibatnya, karakter yang menyerupai Kristus berganti dengan karakter-karakter yang tidak kristiani. Buah Roh kita pun musnah. Karena itu, untuk melindunginya kita perlu memusatkan perhatian pada kebenaran Alkitab, memilih untuk melakukan apa yang benar, mengingat tujuan hidup kita sebagai anak-anak tebusan Allah, mempercayai Allah, dan selalu berdoa (Efesus 6:13-18).

 

Bila kita melakukan semuanya ini, kita akan berbuah dan tidak menjadi korban si pencuri buah –DCE

 

 

You can trust the Savior’s power

To protect from Satan’s snare;

But you must be ever watchful —

Of the robber be aware! –Hess

 

 

UNTUK MENGHASILKAN BUAH ROH

JANGAN BIARKAN DOSA BERAKAR DI HATI ANDA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here