Allah adalah Setia

0
316

 

 

Oleh: Pdt Martunas P. Manullang

 

 

Selamat siang dan salam damai sejahtera bagi kita semua.

 

ALLAH ADALAH SETIA.

 

Inilah identitas Allah yang diperkenalkan dalam ayat renungan hari ini.

 

Selengkapnya berbunyi sebagai berikut: “Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.” (1 Kor.1:9).

 

Setiap orang percaya tidak boleh melupakan bahwa dia telah menerima panggilan untuk masuk dalam satu “persekutuan dengan Yesus Kristus”.

 

Anugerah Tuhanlah yang “memanggil” kita, oleh karena itu seharusnyalah kita, di dalam kerendahan hati menaati dan mensyukuri panggilan itu, sehingga dalam persekutuan itu pun kita terdorong untuk saling mengasihi.

 

Mengapa?

 

Karena kasih adalah salah satu ciri dari persekutuan orang percaya.  Saling mengasihi adalah bukti dari persekutuan yang dipanggil oleh Yesus, persekutuan murid Yesus.

 

Dalam persekutuan itu, maka setiap orang akan nenghargai perbedaan yang ada, dan tidak menjadikan perbedaan itu sebagai sesuatu yang memisahkan yang seorang dari anggota lainnya. Tuhan sendirilah yang akan memelihara kesatuan dari umat yang dipanggil-Nya.

 

Dengan kasih dan anugerah-Nya, persekutuan ini akan dipelihara dan dijaga-Nya.

 

Persekutuan adalah suatu hal yang menyangkut atau berhubungan dengan masa kini, yaitu selagi atau selama kita hidup di dunia ini.

 

Dengan Roh Kudus-Nya, Allah mengajar kita untuk tetap bertumbuh dalam kasih, terhadap Allah sendiri dan terhadap sesama.

 

Allah adalah setia. Ini mengajak kita untuk nelihat ke depan, bahkan yang mengarahkan kita melihat kekekalan.

 

Sebagaimana misalnya perkawinan atau pernikahan Kristiani, sebagai suatu panggilan untuk masuk dalam suatu ikatan atau persekutuan hidup selamanya; maka demikiankah kiranya panggilan kita untuk suatu persekutuan hidup dengan Tuhan Yesus Kristus adalah sustu panggilan untuk persekutuan hidup yang kekal atau selamanya.

Baca juga  Kencan Dengan Tuhan

 

Atau, mengikuti pengajaran Paulus dalam Kolose 2:6-7: “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”

 

Penyataan tentang “Allah yang setia”, mengingatkan kita tentang kehadiran Allah melalui Roh Kudus-Nya, yang akan mengajar, mengingatkan, menuntun, membimbing dan mengarahkan kita dalam setiap langkah hidup kita.

 

Kesetiaan Allah memberi jaminan bagi kita untuk tetap bertekun dalam persekutuan hidup, dalam ikatan persekutuan dengan Yesus Kristus.

 

Allah yang setia memberi kita “kekuatan untuk tetap setia”, baik dalam iman, kepada persekutuan, mau pun dalam persekutuan hidup sebagai suami-istri atau dalam kehidupan keluarga.

 

“Kesetiaan Allah” membuka kepada kita kesempatan untuk menunjukkan kesetiaan kita dalam iman percaya masing-masing.

 

Selamat beraktivitas di hari ini. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

 

Pdt Martunas P. Manullang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here