Pergumulan Asia Pasifik

0
580

 

 

Oleh Sigit Triyono (Sekum LAI)

www.alkitab.or.id

 

Indonesia adalah negeri keempat terbanyak penduduknya di dunia dan berada di kawasan Asia Pasifik. Pergumulan Indonesia adalah juga pergumulan negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Sinergitas yang sudah terjalin untuk melayani di bidang Alkitab di kawasan ini menjadikan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) tidak sendirian. *Asia Pacific Affinity Alliace (AAA)* di bawah United Bible Societies (UBS) adalah forum persekutuan yang sudah eksis dan Tuhan pakai untuk memberkati Asia Pasifik.

Forum rapat tahunan AAA (yang keenam) di Taipei, 26-28 April 2018 dihadiri oleh 18 dari 21 Negara Anggota (minus PNG, Srilanka dan Selandia Baru). Rapat tiga hari yang sangat padat ini telah berhasil melakukan pembahasan secara marathon: (1) identifikasi solusi berbagai masalah di masing-masing anggota AAA, (2) diskusi tentang kemitraan pelayanan Alkitab untuk Republik Rakyat Cina (RRC), (3) berbagi pengalaman di bidang penerjemahan, produksi, dan distribusi Alkitab, serta (4) berbagi ide untuk melangkah bersama ke depan.

Saya mencatat setidaknya ada empat pergumulan bersama dan utama yang terus membutuhkan sinergitas diantara anggota AAA, yaitu: (1) Pekerjaan Penerjemahan Alkitab. Hampir semua anggota AAA masih terus melakukan penerjemahan Alkitab ke dalam berbagai macam bahasa, bahkan sudah berkembang sampai ke bahasa isyarat. (2) Pengembangan Digital. Semua anggota AAA masih terus berjuang agar dapat lebih sukses menjalankan misi di dunia digital. (3) Keterbacaan Alkitab. Jumlah umat Kristen Protestan dan Kristen Katolik di semua negara anggota AAA adalah minoritas di masing-masing negaranya. Upaya untuk memastikan Alkitab dibaca, direnungkan dan dihayati oleh umat sangatlah penting agar mampu memberi dampak signifikan bagi negerinya masing-masing. (4) Pengelolaan dan kepeminpinan lembaga. Adanya kasus anggota AAA yang dihentikan sementara keanggotaannya dari UBS memerlukan solidaritas konkret dari angggota AAA yang lain.

Forum rapat telah menyetujui empat catatan pergumulan di atas dan merekomendasikan agar Global Menagement Team – United Bible Societies (GMT-UBS) menindaklanjuti dengan dukungan program-program konkret. Masing-masing peserta juga sepakat untuk melanjutkan komunikasi yang intens sehubungan dengan tindaklanjut keempat hal di atas.

Sebagai peserta yang baru pertama kali mengikuti rapat AAA, saya sangat terbantu memahami masing-masing lembaga Alkitab se-Asia Pasific dan berbagai peluang serta tantangan yang dihadapinya. Saya juga banyak belajar tentang perjuangan yang tidak mudah dalam melayani umat. Secara khusus saya belajar bagaimana lembaga Alkitab Australia terus berjuang dengan kenyataan jumlah orang Kristen di Australia yang menurun menjadi 52%, yang semula di tahun 1991 berjumlah 74%.

Rapat tahunan ini sungguh sangat menolong memberikan ide-ide jalan keluar berbagai pergumulan internal serta memperkokoh komitmen bersama di kawasan Asia Pasifik. Dinamika dan terkadang perdebatan dalam rapat membuat saya semakin dikuatkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan yang tidak mudah.

Di sela-sela rapat saya juga memperoleh kesempatan untuk menjalin persahabatan dengan para sekretaris umum lembaga-lembaga Alkitab Asia Pasific, yaitu:  Australia, Bangladesh, Cambodia, Hongkong, India, Jepang, Korea, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Singapore, Taiwan, Thailand, Vietnam. Juga berkenalan dengan President UBS serta anggota GMT dan tentu dengan panitia lokal Taiwan Bible Societies. Indahnya persaudaraan untuk saling berbagi demi karya-karya terindah di bumi ini.

*#SalamAlkitabUntukSemua*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here