Tragedi Pembunuhan dalam Kehidupan dan Atas Nama Agama

0
904

 

 

Oleh: Christian T

 

*RENUNGAN BGA ( BACA GALI ALKITAB )*

 

*Kitab Kejadian 4:1-16*

 

*Syallom, sahabat-sahabat setia pembaca BGA yang terkasih dalam Kristus Yesus,* dosa terus berlanjut, yakni justru terjadi dalam keluarga dan dalam kehidupan agama. Terjadi pembunuhan oleh kakak terhadap adiknya. Apa yang menjadi latar belakang tragedi berdarah itu ? Persembahan Kain, kakaknya yang mempersembahkan korban persembahan dari sebagian hasil pertaniannya tidak diindahkan TUHAN, sedangkan persembahan Habel, adiknya, yang mempersembahkan anak kambing domba yang sulung, yakni lemak-lemaknya kepada TUHAN diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi panas dan mukanya muram, dan berlanjut pada tindakan yang sangat tragis yakni penghilangan nyawa (1-5, 8), kendati sebelumnya TUHAN telah menegur dan menasehatkan Kain agar bersukacita apabila telah berbuat baik, namun sebaliknya dosa sudah mengintai di depan pintu dan sangat memggoda hati, oleh sebab itu ia harus dapat menguasainya (6-7). Teguran berikutnya adalah agar Kain bersikap jujur dan mengakui dosa dan kesalahannya yang telah membunuh Habel, namun justru Kain mengelaknya dengan sikap yang kasar kepada TUHAN, padahal darah Habel berteriak dari dalam tanah (9-10). Akhirnya Kain dihukum TUHAN dengan menjadi seorang pelarian dan  pengembara di bumi (11-12). Lalu Kain berkata kepada TUHAN bahwa hukuman itu lebih besar daripada yang dapat ditanggungnya dan seseorang akan membunuhnya bila bertemu dengannya, dan TUHAN berjanji hal itu sekali-sekali tidak akan terjadi dan bila hal itu terjadi, maka akan dibalaskannya tujuh kali lipat. Namun TUHAN memastikan bahwa hal itu tidak terjadi dengan menaruh tanda kepadanya. Lalu Kain pergi dari hadapan TIHAN dan menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden (13-16).

Baca juga  Jangan Takut. Allah Selalu Hadir bagi Kita

 

Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Yesus, pada perenungan sebelumnya yakni salah satu akibat dari pelanggaran mereka memakan pohon pengetahuan yang baik dan jahat adalah mati secara moral, yakni tabiat dosa. Hal ini terbukti pada peristiwa ini bahkan terjadi dalam keluarga dan dalam konteks kerohanian atau keagamaan yaitu dalam peristiwa ibadah persembahan korban. Disamping karena di hadapan dan dipandanganTUHAN bahwa persembahan Habel lebih baik dan tulus, maka TUHAN mengindahkan-Nya, namun disisi lain adalah hak kedaulatan TUHAN untuk menilai dan menerima.

 

*Sobat yang terkasih,* perenungan BGA kali ini memperingatkan kepada kita dalam melakukan perbuatan baik dalam kehidupan peribadatan dan melayani TUHAN  maupun kepada sesama, hendaklah didasari oleh motivasi ketulusan dan penuh sukacita, serta memberikan yang terbaik, niscaya TUHAN mengindahkannya dan seturut kedaulatan-Nya.  Dan ingatlah selalu untuk melakukan yang baik, jika tidak maka dosa atau Iblis sudah mengintip di depan pintu untuk segera mengacaukan dengan provokasi-provokasinya dan dengan memanfaatkan sikap iri hati dan panas hati yang berujung pada tindakan kejahatan penghilangan nyawa.

 

*Sobat,* tragedi pembunuhan ini terjadi lagi pada Yesus yang dibunuh oleh para agamawan yang dilandasi oleh kebencian dan iri hati dengan menggunakan politisi atau penguasa. Demikianlah peristiwa ini berlanjut kepada para rasul dan para pengikut-Nya hingga hari ini disebabkan iri hati dan kebencian yang mengatasnamakan agama.

 

Tuhan Yesus memberkati

 

Salam dan doa

Christian T

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here