Berani Melangkah Dengan Iman

0
2888

Oleh: P. Adriyanto

 

 

“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.”

*Mazmur 23:4*

 

Sering seorang menyandang predikat *leader* hanya karena sebuah surat keputusan dari atasan. Oleh sebab itu, tidak mengherankan bila leader seperti itu selalu ragu-ragu dalam mengambil suatu keputusan. Ia tidak berani melangkah karena takut akan berbagai risiko dalam kondisi ketidakpastian, sehingga ia selalu maju/mundur dan lebih memilih *status quo (tidak berbuat apa-apa) dalam menghadapi suatu situasi. Leader semacam ini tidak bisa maju dan bahkan diragukan kepemimpinannya oleh para karyawannya.

 

Dalam semua aspek kehidupan, Tuhan tidak menghendaki kita gagal. Kita harus selalu berani mengambil keputusan untuk melangkah dengan iman, bahkan, kita harus berani melakukan *giant leap,* lompatan raksasa, sebuah keputusan yang berani untuk bertobat dan dilahirkan kembali.

*”Janganlah lemah hatimu, janganlah takut,* *dan janganlah gemetar karena mereka,*

*sebab Tuhan, Allah-mu, Dialah yang berjalan menyertai kamu.”*

*Ulangan 20:3~4*

Jangan takut dan gentar bila kita sedang menghadapi penyakit, kekurangan atau kesusahan.

Kita harus menyerahkan segala kekhawatiran hidup kita kepada Tuhan, sebab Dialah yang memelihara kita. Tuhan menghendaki kita sukses  dalam hidup kita asal kita tidak ragu untuk menerima Yesus dalam kehidupan kita.

Tuhan setia, sehingga Dia tidak akan meninggalkan kita; bukankah Dia menjanjikan damai sejahtera  bagi kita?

Amin.

 

 

Baca juga  GEREJA 57 SEN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here