Berpengharapan pada Tuhan saja

0
4653

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

 

Salam untuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita sekalian.

 

Ibrani 10:23, Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.

 

Dari seluruh ciptaan Allah hanya manusialah yang memiliki pengharapan di dalam hidupnya, meskipun tidak semuanya manusia berpengharapan kepada Allah. Adapun pengharapan itu seperti, orang tua yang berpengharapan kepada  Allah tentang pendidikan dan pekerjaan anak-anaknya, ibu yang berpengharapan kepada Allah agar kebutuhan sehari-hari di rumah selalu cukup, siswa-siswi berpengharapan kepada Allah agar memperoleh nilai yang baik, seorang pemuda/pemudi yang berpengharapan kepada Allah agar mendapat pendamping yang baik dan setia, dan pengharapan lainnya.

 

Harapan pasti akan ada di dalam diri dan jiwa seseorang apabila dia percaya dan yakin akan kesetiaanNya. Sering terjadi malah kita yang tidak setia kepada Allah itu hal wajar, tetapi jika Allah tidak setia kepada kita pasti itu tidak wajar. Maksudnya adalah Allah selalu setia kepada janjiNya dan kasihNya, hanya saja kita tidak tau kapan dan dimana itu terjadi tetapi iman kita dapat merasakan hal itu.

 

Paulus mengingatkan kembali melalui suratnya agar jemaat memiliki pengharapan hanya kepada Allah saja, meskipun ada banyak pengetahuan dan perkembangan yang terjadi pada waktu itu. Hal itu ditentang secara tidak   langsung dengan pernyataan; Jangan pernah berpengharapan kepada dunia ini, sebab dunia ini boleh saja memberikan tawaran yang sangat luar biasa namun akhirnya tidak tahu kepastiannya. Hanya Allah saja yang memberikan kepastian yaitu kebangkitan Yesus Kristus dari kematian dan naik ke sorga menyediakan tempat bagi kita. Pengaharapan kepada Allah merupakan sikap yang benar dan harus tetap dipertahankan di dalam iman percaya kepada Yesus Kristus. Sebab semua yang ada di dunia ini akan mengalami perubahan dan masanya masing-masing, tentu pengharapan kita tidak mau berubah dan punah, bukan?

 

Saudaraku marilah kita berpegang teguh pada pengharapan yang kita imani, sebab Dia yang kita imani itu adalah setia. Telah teruji dari dunia perjanjian lama sampai saat ini. Masihkan kita bimbang akan hal itu? Jika tidak bimbang, mengapa masih ada diantara kita yang tidak mau bangkit dari setiap masalah-masalah dan pergumulan hidupnya?

 

Bagaimana kita yang mempunyai masalah agar mempunyai pengaharapan hanya kepada Allah yang setia saja? Mungkin kita tidak cukup disuguhkan dengan kata-kata yang bermuara pasti Tuhan Yesus menolong, memberikan jalan keluar, dsb. Tetapi jangan salah, yang pasti Allah tau dan sudah merancang kebaikan bagi kita yang mempunyai masalah dan pergumulan hidup di dalam pengharapan kita kepada Dia. Untuk itu, marilah kita teguhkan kembali pengharapan kita pada dasar yang setia yaitu Yesus Kristus. Amin

 

Selamat beraktifitas untuk kita semua

Salam Marturia

Pdt. Anna Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here