Sudahkah Kita Dewasa Rohani?

0
1866

Oleh: Stefanus Widananta

 

Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari pernyataan Allah dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras

Ibrani 5;12

 

Pertumbuhan fisik seseorang menjadi dewasa, salah satu faktornya adalah nutrisi yang dimakannya, demikian juga kedewasaan rohani juga tergantung kepada asupan (firman Tuhan) yang dipahami serta dilakukannya di dalam kehidupannya.

Kedewasaan berbicara tentang cara kita berpikir, mengambil keputusan, menyikapi masalah atau peristiwa yang terjadi.

Kedewasaan rohani seseorang bukan ditentukan dari berapa lama ia sudah menjadi Kristen, juga bukan ditentukan oleh posisinya di gereja dan bukan juga oleh kesibukannya dalam pelayanan.

Paulus mengatakan, “Ketika aku kanak-kanak, aku berkata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak, sekarang sesudah aku dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu”

 

Firman Tuhan mengatakan bahwa orang dewasa tidak lagi memerlukan susu atau makanan lunak, melainkan makanan keras, yang siap menghadapi segala tantangan dan kerasnya kehidupan, tidak mudah bersungut-sungut, tidak mudah komplain, tidak mudah ngambeg, apalagi begitu mudahnya menyalahkan Tuhan.

Entah sudah berapa lama kita menjadi pengikut Kristus, sudah berapa puluh tahun kita datang ke gereja, namun apakah kita masih perlu diajarkan asas-asas dasar dari firman Tuhan? Seharusnya kita sudah menjadi pengajar-pengajar yang mengajarkan kebenaran firman Tuhan kepada orang lain.

 

Tuhan mengharapkan kita bertumbuh dewasa secara rohani dan bukan menjadi bayi-bayi rohani yang tidak mampu diberikan makanan yang keras.

Salah satu tanda kedewasaan rohani adalah menghasilkan buah, hidupnya menjadi berkat buat orang lain, bukan malah menjadi orang yang justru menyengsarakan hidup orang lain.

Baca juga  YESUS TETAP SETIA 

 

Namun perlu kita ingat, untuk menjadi dewasa rohani, perlu proses yang seringkali tidak menyenangkan, tetapi dapat membuat iman kita semakin bertumbuh dalam Kristus.

Alkitab berkata, “Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu, jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu”

 

Tuhan Yesus memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here