Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala Matius 9:36

0
1903

Oleh: Stefanus Widananta

Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala
Matius 9:36

Kasus kematian seorang bayi di satu rumah sakit, entah karena terlambat penanganannya atau karena memang buruknya kondisi si bayi, merupakan kejadian yang tidak diharapkan oleh siapa pun.

“Belas kasihan” menjadi salah satu faktor penting dalam melayani pasien, tanpa belas kasihan, tanpa empati, pelayanan menjadi kurang sempurna

Memang berbagai reaksi atau sikap yang timbul ketika melihat seseorang dalam masalah atau ditimpa malapetaka, ada orang yang tergerak hatinya oleh belas kasihan, turut nerasakan penderitaan yang dialami oleh orang tersebut dan berbuat sesuatu untuk meringankan penderitaannya, ada juga yang tidak acuh, tidak mau tahu, bahkan ada yang menyalahkan dengan sinisnya orang yang sedang ditimpa masalah dan menganggapnya sebagai kebodohannya sendiri.

Ketika melihat orang banyak yang lelah dan terlantar, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan dan Yesus memakai istilah seperti domba yang tidak bergembala
Domba yang tidak mempunyai gembala mempunyai resiko kelaparan, kehausan bahkan bila ada bahaya yang mengancam, tidak ada yang melindunginya

Demikian juga, kita banyak menjumpai orang yang “terlantar” mencari kebenaran, namum mereka tidak menemukannya, mereka lelah dan begitu mudahnya menjadi mangsa si Iblis, untuk itu Yesus mengatakan, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit”

Yesus tidak mau ada seorangpun yang binasa atau tidak mempunyai pengharapan dan kita sebagai orang percaya seharusnya menjadi pekerja-pekerja untuk menuai jiwa-jiwa bagi Tuhan.

Nabi Yesaya, ketika Tuhan berkata; “Siapakah yang akan Kuutus dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?”, Yesaya menjawab; “Ini aku Tuhan, utuslah aku”
Bagaimana kalau Tuhan yang bertanya pertanyaan tersebut kepada kita? Apa jawab kita?

Baca juga  PENGURAPAN MENUJU PENOBATAN: KASUS DAUD

Tuhan Yesus memberkati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here