Kehadiran Allah adalah Kunci agar Gereja bisa Bertumbuh

0
2469
Salah satu kampus Yonsei yang megah.

“Rahasia bagaimana sebuah Gereja  bisa bertumbuh dinamis adalah pertama, Gereja harus memiliki pemimpin yang berkualitas, pemimpin yang memiliki kualitas hubungan dengan Kristus. Gereja harus memiliki pemimpin yang dinamis, beriman, resposnsif dan memiliki visi yang jelas. Pemimpin yang mau menunjukkan kasihnya pada setiap orang, Pemimpin yang peduli pada jemaatnya.. Pemimpin yang mau berdoa bersama orang lain, bukan hanya berdoa untuk orang lain. Kedua, komitmen berdoa setiap hari untuk mencari hikmat, kehendak dan urapan Tuhan atas hidup, pelayanan, kotbah dan keluarga. Ketiga, selalu antusias untuk memberitakan Injil, menjadi pencari  dan pemenang jiwa. Tuntunlah orang untuk mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus. Dan, doronglah jemaat untuk turut aktif menjala jiwa-jiwa keluar. Jadi, pertumbuhan rohani dan misi merupakan dua aspek penting dalam kehidupan Gereja.  Keempat, bekerja dengan lebih keras dan lebih cerdas dari orang lain. Kelima, Gereja harus memiliki program-program kegiatan yang bisa memperkuat hubungan jemaat dengan Kristus. Ciptakan lingkungan komunitas yang bisa menuntun orang kepada Kristus dan menarik mereka masuk ke dalam Gereja.

Kehadiran Allah adalah kunci agar Gereja bisa bertumbuh. Namun, pertumbuhan gereja bukanlah fokus utama dan perhatian paling penting,- yang lebih penting adalah pada masalah “gereja yang sehat” (kesehatan gereja). Gereja akan bertumbuh secara alami kalau gereja itu sehat. Gereja yang sehat adalah kunci pertumbuhan gereja” Demikian antara lain disampaikan Pdt. DR. Yesaya Pariadji, Ketua Umum Sinode Gereja Tiberias Indonesia (GTI) di sela-sela pertemuan acara silaturahmi antara Pdt. Yesaya Pariadji dengan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA), di Hotel Mulia, Jakarta. Hadir dalam silaturahmi itu adalah Pdt. Darniaty Pariadji dan Aristo Purboadji Pariadji.

Baca juga  Perpisahan Romo FX Joko Susilo,SCJ Dan Menyambut Romo Petrus Cipto Nugroho,SCJ.

“Kita bisa memaksimalkan pelayanan kita kalau kita memiliki keseimbangan dalam aspek persekutuan, penginjilan, penyembahan, pelayanan dan pemuridan. Yang penting Gereja harus berjalan dalam kuasa Roh Kudus. Kalau kita berjalan dalam kuasa Roh Kudus maka kita bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan dan pelayanan-pelayanan yang lebih besar sebagaimana yang Tuhan Yesus tegaskan dalam Lukas 4:14; Yoh 14:12. Saat ini kuasa Allah masih bisa dilepaskan dalam dan melalui orang Kristen yang menerima Roh Kudus. Kita harus mengenal dan mengalami Roh Kudus agar hidup kita diperlengkapi dengan kuasa, agar pelayanan dan kesaksian kita memiliki kuasa untuk mengubah hidup orang, agar kita bisa menghadapi rintangan-rintangan dan badai-badai kehidupan. Dengan menjadi penyembah-penyembah Allah yang luar biasa, dan perasaan haus dan lapar pada Firman Tuhan, tetapi tetap rendah hati, kita bisa melepaskan kuasa supranatural Allah bagi banyak orang.”tegas Pdt. Pariadji.

“Kalau kita sungguh-sungguh mengasihi Allah, maka kasih, kebijaksanaan dan kuasaNya akan dinyatakan dalam kehidupan kita. Kalau kita sungguh-sunguh beriman kepada Kristus maka kita akan dilahirkan baru kedalam kehidupan yang berkemenangan, dimana Kristus sendiri yang tinggal didalam kita dan melalui kita. Umat Kristen harus dilahirkan kembali (secara rohani); belajar Firman Tuhan setiap hari (“jatuh cinta pada Firman Tuhan”); berdoa dengan tekun setiap hari (memuji dan menyembah Tuhan di dalam Roh, mengucap syukur dan permohonan doa spesifik); tekun bersekutu dan beribadah bersama dengan saudara-saudara seiman; bersaksi dengan penuh antusias dan melakukan peperangan rohani” papar Pdt. Pariadji saat ditanya tentang bagaimanacaranya umat Kristen bisa hidup berkemenangan di dalam Kristus. (Hotben Lingga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here