banner 728x250
Renungan  

Pdt. Weinata Sairin: Tegar Kekar Membangun Kehidupan

“Secundis (temporibus) dubisque rectus. Tetap tegar dalam saat-saat yang menguntungkan atau dalam saat-saat yang merugikan”.   Manusia menghidupi kehidupan ini di dunia nyata, in the real world. Bukan di dalam dunia mimpi, dunia khayal, dunia fiksi atau dunia maya. Berhadapan dengan realitas konkret yang dihadapi, ada berbagai sikap yang dikembangkan oleh manusia. Ada orang yang […]

Renungan  

Iman yang Rendah Hati 

  Markus 7:24-30   Orang-orang Israel meremehkan bangsa lain. Mereka merasa diri sebagai bangsa pilihan Allah. Salah satu bangsa yang diremehkan adalah Siro-Fenesia. Pada masa Yesus berkarya, bangsa Siro-Fenesia terkenal karena mereka mampu mengekspor pewarna kerang Murex, yang berwarna ungu, dan digunakan untuk memberi warna jubah para bangsawan (bdk. Mat 27:28).   Dari sisi peradaban […]

banner 400x130
Renungan  

Pdt. Weinata Sairin: Memahami Manusia Secara Utuh

    “To understand the heart and mind of a person, look not at what he has already achieved, but at what he aspires to do”.(Kahlil Gibran)   Manusia, makhluk fana ciptaan Allah, dalam arti tertentu adalah sosok dan figur yang tidak seluruhnya bisa “dibaca” dengan baik. Ada banyak pepatah yang mencoba “menebak” kepribadian seseorang […]

Renungan  

Upah Sebagai Pemenang

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan   Syalom untuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita sekalian.     Wahyu 2:7b, Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.       Perjalanan hidup adalah sebuah tantangan yang pasti, mencakup seluruh atas kehidupan di dunia […]

Renungan  

Ibadah yang Sia-sia

Oleh: Christian T   *Renungan BGA (Baca Gali Alkitab )*   *Bacaan Alkitab : Markus 7:-1-23*     *” Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia ” (7)*   *Syalom, sahabat-sahabat setia pembaca BGA yang terkasih dalam Kristus Yesus,*   Mungkin kita sudah banyak mendengar dari orang-orang yang mengatakan percuma […]

Renungan  

Iman dan Jumbai Jubah Yesus

Oleh: Christian T   *Renungan BGA (Baca Gali Alkitab )*   *Bacaan Alkitab : Markus 6:-53-56*     *Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh (56)* […]

Renungan  

Maut Sewaktu-waktu Akan Menjemput

Oleh: P. Adriyanto     *¹ “Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya  seperti bunga rumput, rumput menjadi kering dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya. Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.” *1 Petrus 1:24~25*   *²”Adapun manusia hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin […]

Renungan  

Jangan Jemu Berbuat Baik!

Oleh: Stefanus Widananta   Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa Yakobus 4:17   Tuhan Yesus pernah mengecam para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, karena mereka tahu banyak tentang firman Tuhan, namun tidak melakukan apa yang mereka ajarkan dan pelajari.   Dalam kehidupan dewasa ini, banyak orang […]

Renungan  

Tuhan Tidak Menghendaki Kita Hidup Eksklusif Atau Pergaulan Bebas

Oleh: P. Adriyanto     “Sebab itu, Keluarlah kamu dari antara mereka  dan pisahkan dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.” *2 Korintus 6:17*   Para behaviorists (akhli perilaku) berpendapat bila anda ingin  sukses, bergaullah dengan orang-orang yang sukses. Amsal 13:20 juga mengatakan: *”Siapa bergaul dengan […]

Renungan  

Pdt. Weinata Sairin: Mahkota Tersedia bagi yang Setia dan Berjerih-lelah

“Non est sine pulvere palma. Tidak ada mahkota tanpa jerih payah”   Acap kita mendengar sebuah ungkapan yang bisa terasa agak sedikit “vulgar” berbunyi “tak ada makan siang gratis”. Ini bukan soal soal makan siang semata, yang amat teknis karena berhubungan dengan selera, _kuliner_ dan kesiapan kantong. Ungkapan itu punya makna yang luas, yang jangkauan […]

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.