Maut Sewaktu-waktu Akan Menjemput

0
932

Oleh: P. Adriyanto

 

 

*¹ “Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya  seperti bunga rumput, rumput menjadi kering dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya. Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.”

*1 Petrus 1:24~25*

 

*²”Adapun manusia hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.”

*Mazmur 103:15~16*

 

 

Dua ayat nas di atas menyampaikan pesan kepada kita bahwa hidup kita ini tidak abadi, sewaktu-waktu kita akan mati seperti rumput dan bunga yang diterjang angin, maka seketika akan lenyap.

 

Kemarin dan sampai tadi sekitar pukul 07:00, terjadi drama penyelamatan Dianti Diah  Ayu dan Muhkmaniah yang terjebak dalam mobil  Brio di dalam reruntuhan underpass di kawasan Bandara Soetta.

 

Mereka berdua akan berbuka puasa bersama, namun maut telah menjemput mereka. Dianti Putri pagi tadi telah meninggal dunia dan Mukhmaniah masih dirawat di rumah sakit.

 

Sebagai pengikut Kristus, kita harus berprinsip:

*”hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”*

*Filipi 1:21*

Jangan sia-siakan hidup ini, selagi masih bisa bernafas, kita harus hidup sesuai dengan perintah Tuhan, mengasihi Tuhan dan sesama manusia.

 

Kita senantiasa harus mèmpersembahkan korban syukur kepada Allah yakni ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Kita harus berbuat baik dan memberi bantuan yang berkenan kepada Allah (Ibrani 13:15’~16).

Berdasarkan kasih karunia Tuhan, kita telah diselamatkan dan kita akan memperoleh kehidupan kekal.

Orang beriman tidak merisaukan nyawanya, karena meyakini firman Tuhan:

*”Jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga bagi kita, suatu tempat yang kekal yang tidak dibuat oleh tangan manusia.”*

*2 Korintus 5 :1*

 

Alkitab juga mengatakan bahwa kita jangan tawar hati,  pada saat kita menghadapi maut.

Oleh sebab  itu, sekali lagi kita harus fokus pada hidup kita yang berkenan kepada Allah.

*”Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”*

*2 Timotius 4:7*

 

Kita harus siap menerima mahkota kebenaran yang akan Tuhan karuniakan kepada kita pada hari yang Tuhan tentukan.

Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here