BUKAN LAGI ORANG ASING.

0
22

Oleh: Pdt. Martunas P. Manullang

 

Selamat pagi dan salam damai sejahtera bagi kita semua.

Inilah identitas yang baru dari orang Kristen, setelah menjadi anggota keluarga Allah.

Kepastian atau penegasan status ini dapat kita temukan pada ayat renungan hari ini, sebagaimana tertulis dalam Efesus 2:19: “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah”.

Semenjak seseorang menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, maka ia telah masuk dalam suatu “persekutuan orang kudus”, yaitu persekutuan sebagai anggota dalam satu keluarga yang baru, yaitu keluarga Allah.

Dalam persekutuan yang baru ini, yang juga disebut dengan persekutuan perjanjian atau gereja, status mereka menjadi sama dalam satu keluarga besar.

Tidak ada keluarga kelas satu atau pun keluarga kelas dua.

Sebagai anggota keluarga Allah, masing-masing anggota mempunyai keanggotaan yang sama, demikian juga memiliki hak istimewa yang sama.

Mengapa?

Sebab sesungguhnya, mereka (persekutuan yang baru ini) telah dipersatukan di dalam Kristus.

Kristus datang untuk memberikan damai sejahtera bagi setiap orang dan semua orang, sehingga mereka menjadi didekatkan atau diperdamaikan antara yang satu dengan yang lain.

Di dalam Kristus, persekutuan akan dibangun dan bertumbuh dan akan menjadi semakin kuat, kokoh dan teguh.

Atau dengan singkat dapat dikatakan, bahwa di dalam Kristus, manusia akan dibawa dari kematian kepada kehidupan (dari kubur, maut kepada takhta atau hidup yang berkemenangan), dari perhambaan kepada kemerdekaan dan dari pemisahan kepada persatuan dan pendamaian.

Dalam Yesus Kristus, maka bangsa Yahudi atau non-Yahudi (bangsa lain), yang telah percaya akan dipersatukan dan diperdamaikan.

Tidak ada lagi sekat atau tembok pemisah.

Baca juga  KEDEWASAAN HIDUP TERWUJUD KARENA PENGALAMAN

Kita pun, orang percaya yang hidup di zaman ini, kiranya dapat menyadari hal ini, yaitu bahwa kita semua telah dipersatukan di dalam Kristus.

Satu dalam baptisan, satu dalam perjamuan, satu di dalam persekutuan yang beralaskan kepada Kristus.

Tidak ada lagi orang asing atau pendatang melainkan telah menjadi kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota keluarga Allah.

Selamat beraktivitas di hari ini. Tuhan Yesus memberkati. AMIN.

Pdt. Martunas P. Manullang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here