AKU INGIN HIDUP 1000 TAHUN LAGI

0
685

Kej. 3-4
Ef. 2

 

*_“Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.”*_ *Yesaya 61:9*

Kalau Anda mendengar kalimat: “Aku ingin hidup 1000 tahun lagi“, Anda teringat kepada siapa? Ya, seorang penyair yang bernama Chairil Anwar menulis puisinya ini tahun 1943. Syair Aku ingin hidup seribu tahun lagi adalah jeritan rasa frustrasinya. Puisi yang berjudul “Aku“ ini sebenarnya adalah gambaran hidupnya, sebagai seniman yang brilian, namun ia hidup sembarangan, tak terencana dan kacau. Ia dijuluki “si binatang jalang“ oleh sesama teman penyair. Ia mati di usia muda karena gaya hidup yang sembarangan, ia meninggal tahun 1949. Karya puisinya sangat populer karena keluar dari pakem jaman itu, mungkin karya- karyanya akan terus dikenang sampai 1000 tahun ke depan. Tapi hidupnya sendiri pendek hanya 26 tahun. Pembelajaran buat kita semua adalah bagaimana kita memanfaatkan hidup kita yang sementara di bumi ini dan sebagai apa Anda ingin dikenang, lalu berapa lama karya dan kontribusi kita terhadap kehidupan generasi selanjutnya bermanfaat. Hidup kita tidak seharusnya lewat begitu saja, seharusnya kehidupan kita yang sementara meninggalkan “legacy“ yang positif bagi generasi penerus kita, anak dan cucu kita.

Ayat di atas berbicara tentang keturunan yang akan terkenal, sehingga bangsa lain mengakui mereka adalah keturunan yang diberkati Tuhan. Hal ini menjadi kenyataan hari ini, 20 persen pemenang Nobel dunia adalah keturunan Yahudi, walau jumlah keturunan Yahudi hanya kurang dari 0,2 persen dari populasi manusia. Bahkan juga mayoritas inventor adalah keturunan Yahudi, Mayoritas pengusaha terkaya di dunia adalah orang Yahudi. Ini menunjukkan bahwa orang Yahudi mempunyai prinsip hidup yang sanggup menghasilkan manusia unggul.

Baca juga  Mari Bersaat Teduh Setiap Malam Bersama Revivo

Apa rahasianya? Tentu saja bukan manusianya, tetapi apa yang diyakini dan nilai kebenaran yang dihidupi yang menentukan. Walau Bangsa Yahudi terdiaspora , tetapi hidup mereka dan juga generasi penerus mereka sampai saat ini tetap menjadi orang-orang yang berpengaruh dan memberkati bangsa lain disekitarnya.

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.(Yeremia 29:7)

Pedoman mereka hidup untuk menjadi berkat dengan mengusahakan dan berdoa untuk kesejahteraan kota di mana mereka tinggal. Itu sebabnya hidup mereka dan generasi mereka tetap menjadi berkat sampai saat ini, tetap menjadi orang yang terpandang dan terus dikenang bahkan mungkin lebih dari 1000 tahun ke depan. Anda siap mencontohnya? (DD)

*Questions:*
1. Pernahkah Anda membayangkan legacy apa yang Anda tinggalkan ?
2. Mungkinkah Hidup Anda dikenang sepanjang masa ?

*Values:*
Warga Kerajaan tidak bekerja dengan kekuatan diri sendiri tetapi mendapat suport dari Kerajaan Sorga, sehingga hidupnya pasti berdampak positif bagi generasi selanjutnya.

*Hidup manusia pendek, tetapi memori manusia panjang, manusia bisa mengenang 1000 tahun yang lalu dan membayangkan 1000 Tahun ke depan.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here