WASPADA DAN SIAGA

0
161

 

 

Oleh: Pdt Martunas P Manullang.

Selamat pagi dan salam damai sejahtera bagi kita semua.

Inilah yang diingatkan dalam ayat renungan hari ini.

Selengkapnya ditulis sebagai berikut: “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala” (Lukas 12:35).

Tuhan Yesus mengajarkan agar setiap orang dari pengikut-Nya mengarahkan pikirannya ke masa depan, masa yang akan datang.

Masa depan dan masa yang akan datang itu berhubungan dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya.

Masa yang akan datang boleh juga dipahami masa terakhir dalam kehidupan seseorang.

Dan untuk ini pula, seseorang itu harus mempersiapkan dirinya, justru karena dia sama sekali tidak tahu kapan saatnya tiba

Justru yang kedua ini, yaitu masa akhir dalam hidup seseorang di dunia ini tidak dapat diketahui, sehingga kepada setiap orang diharapkan untuk mempersiapkan diri, bagaikan seorang hamba yang siap sedia melayani tuannya 24 jam.

Dan kalau tuannya sedang di luar rumah (entah dalam perjalanan), agar hamba itu tetap berjaga-jaga untuk membuka pintu dan melayani jika tuannya kembali.

Namun, selain hamba itu berjaga-jaga menunggu kehadiran (kedatangan) tuannya, tentulah sebagai hamba yang baik dia pun akan mengerjakan segala tugas atau pekerjaannya, yaitu tanggungjawab sehari-hari yang ditugaskan tuannya untuk dikerjakan. Jadi dia aktif bekerja, bukan menunggu dengan pasif, berdiam diri atau tidak melakukan apa pun.

Seorang hamba yang “pinggangnya tetap berikat” menunjukkan kesiapan (kesediaannya) untuk bekerja, atau sedang bekerja melakukan tugas dan tanggungjawabnya.

Jadi, “pinggang yang berikat” menunjukkan “kesediaan untuk bekerja” atau “kesiapan untuk melakukan sesuatu”.

Lampu (pelita) pada zaman dulu adalah alat penerang yang terdiri dari bejana kecil yang dapat diisi dengan minyak, kemudian ada sumbunya (dari kain) yang dicelupkan atau dibasahi minyak dlm bejana tesebut.

Sumbu yang senantiasa dibasahi dengan minyak, itulah yang dapat menyala dan memberikan penerangan di sekelilingnya.

Pelita yang tetap menyala, kalau sumbunya tetap dibasahi dengan minyak, dan tidak menjadi kering, karena kehabisan minyak.

Sebab jika kehabisan minyak, maka sumbunya pun akan padam. Tidak dapat memancarkan terang. Hasilnya, sekelilingnya akan menjadi gelap.

“Pelita yang menyala”, menggambarkan “kehidupan yang aktif” melakukan atau “memberikan sesuatu kepada orang lain”.

Atau juga, pelita yang menyala, itulah yang dapat digunakan, itulah yang berfungsi. Jadi, menjadi pelita yang menyala, pelita yg berfungsi.

Dan itulah gunanya pelita yang menyala, memberikan penerangan bagi sekitar atau sekelilingnya.

Dengan adanya pelita yang menyala, orang pun akan dapat melihat dan mengenali sekitarnya dengan baik.

Kehidupan orang yang menjadi psngijut Tuhan Yesus, adalah kehidupan yang siap sedia dipakai atau difungsikan untuk melayani orang lain dengan cara: “pinggang yang berikat” dan “pelita yang menyala”.

Itulah kehidupan yang waspada dan siaga.

Melayani Tuhan dalam ketaatan dan sukacita serta melayani sesama dengan kerelaan dan ketulusan.

Menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya melayani Tuhan dan sesama. Hidup ini, menjadi kesempatan untuk melayani Tuhan dan sesama kita.

Selamat beraktivitas di hari ini. Tuhan Yesus memberkati. AMIN.

Pdt Martunas P Manullang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here