SETIA MENANTI TUHAN

0
346

Oleh: (Pdt.Lundu H.M.Simanjuntak

Lukas 12:43

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.

Seorang pengendara sepeda motor “ditangkap” polisi dan ditilang karena tidak memakai helm. Sebenarnya sipengendara sepeda motor itu membawa helm cuma digantung di stang dan tidak dipakai di kepala.

Polosi bertanya: kenapa tidak memakai helm? Jawabmu si pengendara: saya kira tidak ada polosi tadi di sini. Ya ada banyak pengendara sepeda motor menggunakan helm hanya takut kepada polosi, jika tidak ada maka helm tidak digunakan.

Sebenarnya menggunakan helm itu berhubungan erat dengan keselamatan saat berkendara, bukan dengan polosi. Tunjukkanlah ketaatanmu berkendara kapan saja dan dimana saja karena keselamatanmu sangat ditentukan juga oleh ketaantanmu berkendara.

Demikan juga seorang pekerja yang baik bukan soal berapa jam ia bekerja, melainkan selalu bekerja pada saat jam kerja terlepas majikannya/bos sedang ada bersamanya atau tidak. Tentu seorang tuan/majikan Akan marah jika melihat pekerjanya kedapatan sedang santai dan tidak bekerja padahal pekerjaan yang diperintahkan untuk dilakukan belum diselesaikan.

Di ayat ini, seorang hamba diminta unyuk selalu siap sedia melayani tuannya, kapanpun dan dalam situasi apapun. Kesiapan seorang hamba
itu harus ditunjukkan dengan selalu berjaga-jaga, bahkan pada waktu tuannya sedang bepergianpun ia harus setia menunggu kepulangan tuannya dengan terus bekerja dan bekerja. Sehingga kapanpun tuannya pulang pasti si hamba akan selalu kedapatan sedang bekerja dan tuannyapun pasti senang, hamba seperti itu pasti disayangi tuannya.

Hamba yang hebat bukan sekadar dapat disuruh-suruh,
tetap siap mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh dan
bertanggung jawab kapanpun dan dalam situasi apapun.

Tuani/majikan pasti akan berani mempercayakan rumah dan bahkan
harta lainnya di bawah pengawasan sang hamba yang selalu setia kepada tuannya itu. Cerita itu adalah sebuah gambaran mengenai kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, yaitu pada akhir zaman nanti.

Baca juga  PENGURAPAN MENUJU PENOBATAN: KASUS DAUD

Berarti ada hamba yang baik dan hamba yang jahat. Kalau hamba yang baik bukan hanya saat dilihat tuannya ia berperilaku
baik, tetapi juga pada waktu sang tuan tidak melihat. Kalau hamba yang jahat hanya berbuat baik jika merasa dilihat tuannya atau bisa juga nampak baik hanya kalau sedang di Gereja tetapi di luar Gereja ia berperilaku semaunya.

Seorang hamba yang merasakan kebaikan tuannya pasti akan selalu berupaya berbuat baik untuk menyenangkan hati tuannya. Maka demikianlah kita dengan keyakinan bahwa Tuhan itu baik dan pasti memelihara hidup kita, maka sebaiknya kitapun
Harus dengan sepenuh hati dan tenaga memberikan pelayanan yang
terbaik untuk menyenangkan hati Tuhan kita.

Kapanpun Tuhan akan datang maka kita akan sedang kedapatan berbuat baik, amen.

DOA:

Tuhan, aku ingin selalu setia kepadaMu kapanpun dan dalam situasi apapun, menyenangkanMu senangkanMu hanya itulah kerinduan hatiku, amen.

SELAMAT SIANG
DAN
SELAMAT BERAKHIR PEKAN

(Pdt.Lundu H.M.Simanjuntak-Ktr HKBP Distrik DKI Jkt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here