Jangan Marah

0
332

Oleh DR. S Wiji Suratno PhD

Mazmur 4:4 (TB)  (4-5) Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam. Sela

Sebagai manusia setiap orang pasti pernah marah. Marah disebabkan banyak hal, antara lain karena tersinggung ucapan lawan bicara, ada yang memfitnah, tidak suka sikap lawan bicara, dikritik, dicela, tidak dipercaya, melihat orang lain berlaku bodoh dan melanggar firman atau melanggar moral dan etika, kecewa dan tidak puas dan lain sebagainya.

Bolehkan manusia atau umat percaya marah? Tentu saja sebagai orang yang tidak sempurna boleh saja marah. Tuhan Yesuspun pernah marah ketika bait Allah digunakan untuk tempat yang tidak layak oleh orang-orang yang tidak beribadah. Hanya dalam marah Alkitab mengajarkan beberapa batasan yaitu

1. Jangan berbuat dosa

2. Jangan lama-lama

3. Marah dalam hati jangan direalisasikan

4. Tetap berdiam diri.

Pertama, jangan berbuat dosa. Saat marah ingatlah kepada sang Pencipta. Maka kita menyadari bahwa kita hanya ciptaanNya yg sama lemahnya seperti kepada orang yang membuat kita marah.

Mengapa saat marah jangan berbuat dosa? Saat marah umumnya emosi manusia tak terkendali. Saat emosi manusia bisa melakukan apa saja. Bila kuasa Iblis masuk ini yang akan menimbulkan banyak mala petaka. Maka tidak sedikit perpecahan dalam gereja, dalam rumah tangga, dalam organisasi karena tidak bisa mengendalikan diri.

Kedua , jangan lama-lama. Dalam marah rasul Paulus mengatakan jangan sampai matahari terbenam. Efesus 4 : 26-27 agar kita segera berdamai dan meredam kemarahan sehingga Iblis tidak memanfaatkannya.

Contoh di Alkitab seperti Kain, Musa, Absalom dan Saul merupakan contoh orang yang tidak bisa mengendalikan kemarahan sehingga akhirnya melakukan kesalahan yang fatal dan berakibat buruk terhadap dirinya sendiri.

Baca juga  Jangan Takut. Allah Selalu Hadir bagi Kita

Ketiga dalam hati saja. Marah boleh tapi cukup dalam hati sehingga tidak direalisasikan. Coba tahan nafas tiga kali dalam dalam maka emosi akan menurun sambil mengucapkan haleluya puji Tuham. Dengan demikian maka kita bisa meredam dan mengendalikannya. Keluarkan kata pengampunan dan maaf maka hati akan terasa tenang dan amarah itu perlahan akan hilang dan kita keluar dari tekanan jiwa.

Dan keempat adalah berdiam diri. Dengan berdiam diri dan mengeluarkan kata memaafkan hal ini memberi kesempatan pada Roh Kudus untuk bekerja dan menutup ruang gerak si jahat menguasai hidup kita. Kemarahan adalah suatu dosa dan bila diikuti akan berbuah dosa ( Galatia 5 : 19-21 ). Mari amarah diganti dengan buah buah Roh ( Galatia 5 : 22-23 ) maka akan memperoleh sukacita yang penuh karena Roh Kudus akan memenuhi hidup kita dan KuasaNya akan memimpin kita ke jalan yang benar.

Kesimpulan dan Doa

Marah adalah salah satu dari keinginan daging apabila diikuti maka berakibat fatal dan kita bisa jatuh didalam dosa. Mintalah kuasa Roh Kudus sehingga keinginan daging dikalahkan dengan keinginan Roh.

Salam kasih

DR. Stefanus Wiji Suratno PhD

28 September 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here